GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Pemerintah Apresiasi Langkah Cepat Aparat di Kasus Air Keras Aktivis KontraS, Tekankan Penegakan Hukum Transparan

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Pemerintah melalui Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI mengapresiasi langkah cepat aparat penegak hukum dalam mengungkap kasus penyiraman air keras terhadap aktivis KontraS, Andrie Yunus.

Kepala Bakom RI, Angga Raka Prabowo, menyatakan bahwa upaya identifikasi pelaku yang dilakukan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) melalui pemeriksaan saksi, barang bukti, serta analisis data lapangan merupakan bagian penting dalam memastikan proses hukum berjalan berbasis bukti.

“Kami mengapresiasi upaya kepolisian dalam menangani kasus ini, yang dengan cepat berhasil mengidentifikasi pelaku. Pemerintah juga menyampaikan keprihatinan mendalam dan berharap saudara Andrie Yunus segera pulih,” ujar Angga dalam keterangannya, Rabu (18/3).

Sebelumnya, Polda Metro Jaya mengungkap dua terduga pelaku berinisial BHC dan MAK. Di hari yang sama, Pusat Polisi Militer TNI (Puspom TNI) juga mengumumkan telah mengamankan empat prajurit TNI berinisial NDP, SL, BHW, dan ES yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.

Menurut Angga, respons cepat dan profesional dari aparat, baik Polri maupun Puspom TNI, menjadi elemen penting dalam menjaga kepercayaan publik, khususnya dalam situasi yang sensitif.

“Kami mencatat langkah cepat dan profesional aparat sebagai bagian dari proses penegakan hukum yang terbuka dan berbasis bukti,” katanya.

Ia menegaskan bahwa segala bentuk kekerasan terhadap warga negara tidak dapat ditoleransi. Pemerintah, lanjutnya, berkomitmen agar proses hukum berjalan tegas, transparan, dan akuntabel sesuai ketentuan perundang-undangan.

“Siapapun pelakunya harus diproses sesuai hukum yang berlaku,” tegas Angga.

Dalam pernyataannya, Angga juga menggarisbawahi bahwa dugaan keterlibatan individu tidak serta-merta mencerminkan institusi secara keseluruhan. Menurutnya, negara berkepentingan menjaga integritas lembaga sekaligus memastikan kepercayaan publik tetap terjaga.

Pemerintah juga menghormati langkah TNI yang dinilai terbuka dalam menangani dugaan keterlibatan anggotanya, sebagai bagian dari upaya menjaga disiplin, profesionalisme, dan integritas institusi.

Di tengah proses hukum yang masih berjalan, pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Pemerintah mengimbau masyarakat untuk tetap bijak dalam menyikapi informasi,” ujar Angga.

Pemerintah menegaskan akan terus mengawal proses hukum hingga tuntas serta memastikan perlindungan terhadap setiap warga negara dalam menjalankan hak-haknya.

“Negara memastikan bahwa ruang demokrasi tetap aman dan terlindungi,” tutupnya. Rill/red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner