Kotabaru, Detikline.com – Ribuan pengunjung memadati arena Expo Bumdes Batuah 2026 yang digelar di Kecamatan Pamukan Barat, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Rabu malam (18/6/2026).
Antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi untuk menyaksikan Lomba Tari Tradisional Nusantara yang menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian kegiatan expo tersebut.
Sebanyak 13 peserta dari berbagai desa, sekolah, dan sanggar seni turut ambil bagian dalam perlombaan yang bertujuan melestarikan sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Nusantara kepada generasi muda.
Beragam tarian daerah dari berbagai provinsi ditampilkan dengan penuh semangat dan kreativitas oleh para peserta, di antaranya tarian dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Barat hingga Nusa Tenggara Timur.
Ketiga belas peserta yang tampil berasal dari:
- SMPN 1 Pamukan Barat (Desa Mayang Sari) – Tari Mandau Tarangtang Bawi (Kalimantan Tengah) dengan judul Kilau Berlian.
- SDN Mangka (Desa Mangka) – Tari Manuk Dadali (Jawa Barat) dengan judul Mangka Syantik.
- Sanggar Tari Abirupa 1 (Desa Kerang Batu) – Tari Ruai (Kalimantan Barat).
- SDN Mangka Filial 2 (Desa Mangka/PT AKM) – Tari Kreasi Modern Bungsu Rusa (Kalimantan Barat).
- SDN Gendang Timburu – Tari Ronggeng Nyentrik (Jawa Barat) dengan judul Geulis Pisan.
- SMPN 3 Sungai Durian (Desa Buluh Kuning) – Tari Bawi Batuah (Kalimantan Tengah) dengan judul Kahanjak.
- Sanggar Tari Abirupa 2 (Desa Kerang Batu) – Tari Gantar (Kalimantan Timur).
- SDN Sengayam (Desa Margajaya) – Tari Pur Sinupur (Kalimantan Selatan) dengan judul Aurora Squad.
- SDN Mangka Filial 1 (Desa Mangka/PT AKM) – Tari Barito Plabomora (Nusa Tenggara Timur).
- SDN Gendang Timburu – Tari Nampi Baras (Kalimantan Selatan) dengan judul Epat Waway.
- Sanggar Budaya Tihang Bakambang A (Desa Batuah) – Tari Letuk Burung Enggang (Kalimantan Timur).
- SDN Buluh Kuning – Tari Etnik Budaya Dayak (Kalimantan Tengah) dengan judul Pesona Borneo.
- Sanggar Budaya Tihang Bakambang B (Desa Batuah) – Tari Mandau Balalap Api.
Penampilan para peserta berhasil memukau para penonton. Sorak sorai dan tepuk tangan menggema sepanjang acara sebagai bentuk apresiasi dan dukungan terhadap para penari yang tampil membawakan budaya daerah masing-masing.
Ketua Panitia Expo Bumdes Batuah 2026, Hardiyansah, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan upaya nyata dalam menjaga dan melestarikan budaya bangsa sekaligus memberikan ruang bagi generasi muda untuk menampilkan bakat dan kreativitas mereka di bidang seni tari.
"Kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, tetapi juga sarana edukasi dan pelestarian budaya Nusantara agar tetap dikenal dan dicintai oleh generasi penerus," ujarnya.
Hardiyansah didampingi Direktur Bumdes Maju Bersama Sejahtera, Petrus Saputra, serta Kepala Desa Batuah Lukman selaku penanggung jawab seluruh rangkaian kegiatan Expo Bumdes Batuah 2026.
Panitia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kecamatan Pamukan Barat, pemerintah desa, para sponsor, serta perusahaan-perusahaan yang berpartisipasi dalam stand expo sehingga kegiatan dapat berlangsung sukses dan meriah.
Sementara itu, penilaian lomba dilakukan oleh dewan juri yang memiliki kompetensi di bidang seni dan tari, yakni Anton Setia Hidayat, Hawidah Safitri, Reny Febriyati, serta Kasih Handayani dari Kabupaten Tanah Bumbu.
Keempat dewan juri tersebut dipercaya karena memiliki latar belakang pendidikan dan pengalaman di bidang seni budaya sehingga mampu memberikan penilaian secara profesional, objektif, dan independen.
Melalui kegiatan ini, Expo Bumdes Batuah 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi potensi desa dan UMKM, tetapi juga menjadi wadah pelestarian budaya yang mempererat persatuan melalui keberagaman seni tradisional Nusantara. Rill/Run



0Komentar