Jakarta, detikline.com - Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI akhirnya menyerahkan salinan ijazah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi), kepada pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi, Senin (9/2). Penyerahan ini merupakan tindak lanjut dari putusan Komisi Informasi Pusat (KIP) yang menetapkan dokumen tersebut sebagai informasi terbuka.
Penyerahan dokumen ini mengakhiri sengketa informasi panjang setelah sebelumnya KPU RI diduga menutupi sembilan poin krusial dalam ijazah kelulusan Jokowi dari Universitas Gadjah Mada (UGM).
Terima kasih KPU. Ini buktinya, saya menerima salinan resmi fotokopi ijazah terlegalisir berwarna tanpa sensor. Ini langsung saya sampaikan ke publik," ujar Bonatua, dalam keterangan tertulis. Selasa (10/2/2026).
Sebelum sengketa ini dimenangkan di KIP, Bonatua menyoroti adanya upaya pengaburan informasi dalam salinan ijazah yang diberikan sebelumnya. Sembilan informasi yang sempat disensor atau disembunyikan antara lain:
- Nomor kertas dan nomor ijazah.
- Nomor Induk Mahasiswa (NIM).
- Tempat dan tanggal lahir.
- Tanda tangan pejabat legalisir serta tanggal legalisasi.
- Tanda tangan Rektor UGM dan Dekan Fakultas Kehutanan UGM.
Bonatua menilai penyensoran tersebut bertentangan dengan prinsip keterbukaan informasi publik, mengingat jabatan presiden adalah jabatan publik yang paling disorot.
Meski telah mengantongi salinan dari KPU RI, perjuangan Bonatua belum usai. Ia kini tengah menunggu salinan ijazah Jokowi dari KPU DKI Jakarta (terkait Pilgub) dan KPU Solo (terkait Pilwakot) untuk melengkapi bahan penelitiannya.
Ia menegaskan bahwa langkah ini bukan sekadar mencari kesalahan, melainkan bentuk pelaksanaan hak warga negara dalam mengawasi pejabat publik.
"Mari kita meneliti secara bersama-sama. Publik punya hak untuk meneliti informasi publik. Hak-hak publik sudah dinikmati pejabat publik, maka sudah sepatutnya publik menguji fakta yang ada," tegasnya.
Langkah ini diharapkan menjadi preseden bagi lembaga negara lainnya agar tidak lagi membatasi akses informasi yang bersifat publik, terutama yang menyangkut profil para pemimpin bangsa.
Bonatua berkomitmen akan membuka hasil penelitiannya ke khalayak luas setelah seluruh dokumen pembanding terkumpul. Rill/Red

0Komentar