GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Ahmad Junaidi Effendi: PUMO Harus Jadi Rumah Perjuangan UMKM Indonesia

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Di tengah dinamika kebijakan perpajakan dan tantangan ekonomi yang dihadapi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), Persatuan Usaha Mandiri Ormas (PUMO) dinilai memiliki peran strategis dalam mengawal ekonomi kerakyatan sekaligus menjadi pendamping bagi masyarakat pelaku usaha.

Ketua Umum PUMO, Ahmad Junaidi Effendi, menegaskan bahwa organisasi tidak boleh hanya menjadi simbol atau sekadar wadah administratif, melainkan harus hadir sebagai gerakan nyata yang mampu memberikan solusi, pendampingan, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Menurutnya, terdapat sejumlah peran strategis yang perlu dijalankan PUMO dalam menghadapi perubahan regulasi dan tantangan dunia usaha saat ini.

PUMO harus menjadi jembatan aspirasi pelaku UMKM kepada pemerintah. Berbagai persoalan yang dihadapi pelaku usaha, mulai dari perpajakan, permodalan, hingga perizinan, perlu disampaikan secara santun, bijak, dan konstruktif agar kebijakan yang lahir tetap berpihak kepada ekonomi kerakyatan,” ujar Ahmad Junaidi Effendi. Selasa (02/06).

Selain itu, PUMO juga diharapkan aktif memberikan edukasi dan pendampingan kepada pelaku usaha. Menurutnya, masih banyak UMKM yang membutuhkan pemahaman mengenai sistem perpajakan, legalitas usaha, pembukuan, pemasaran digital, hingga manajemen usaha modern.

“Pendampingan dan pelatihan yang berkelanjutan akan membantu pelaku usaha bertahan sekaligus berkembang di tengah perubahan regulasi dan persaingan usaha yang semakin ketat,” katanya.

Lebih lanjut, Ahmad menilai bahwa salah satu tugas penting organisasi adalah mendorong UMKM naik kelas melalui penguatan legalitas usaha, perluasan jaringan pemasaran, pemanfaatan marketplace, peningkatan kualitas produk, hingga membuka akses kerja sama dan investasi.

Ia menegaskan bahwa tujuan ekonomi kerakyatan bukan sekadar membuat masyarakat bertahan, tetapi menciptakan usaha yang kuat, mandiri, dan memiliki daya saing.

Di sisi lain, PUMO juga didorong untuk memperkuat solidaritas ekonomi rakyat dengan membangun semangat kolaborasi antarpelaku usaha.

“Semangat UMKM bantu UMKM harus terus dikembangkan. Ketika pelaku usaha saling mendukung dalam promosi, distribusi, dan kerja sama usaha, maka ekonomi rakyat akan semakin tangguh menghadapi berbagai tekanan ekonomi,” ujarnya.

Ahmad juga menekankan pentingnya nilai moral dalam aktivitas ekonomi. Menurutnya, dunia usaha harus dibangun di atas prinsip kejujuran, amanah, dan kebermanfaatan bagi masyarakat.

Ekonomi yang kuat tanpa moral akan mudah runtuh. Sebaliknya, ekonomi yang dibangun dengan kejujuran dan tanggung jawab akan melahirkan keberkahan serta manfaat yang luas bagi masyarakat,” tuturnya.

Sebagai organisasi yang bergerak di bidang pemberdayaan ekonomi, PUMO juga diharapkan mampu menjadi mitra strategis pemerintah dalam pengembangan UMKM, penciptaan lapangan kerja, penguatan ekonomi lokal, dan pembangunan ekonomi berbasis masyarakat.

“PUMO harus hadir sebagai bagian dari solusi bangsa. Di tengah tantangan ekonomi dan perubahan kebijakan, masyarakat membutuhkan organisasi yang benar-benar hadir di tengah rakyat, bukan hanya hadir atas nama organisasi,” tegasnya.

Menutup pernyataannya, Ahmad Junaidi Effendi berharap PUMO dapat menjadi rumah perjuangan ekonomi rakyat yang melahirkan solidaritas, kemandirian, dan harapan baru bagi para pelaku UMKM di Indonesia.

“Ketika UMKM kuat, rakyat akan sejahtera. Ketika rakyat sejahtera, bangsa akan semakin kuat,” pungkasnya. Rill/Lk

Reaksi:
Baca juga:
ads banner