Jakarta, detikline.com - Panglima Tentara Nasional Indonesia, Agus Subiyanto, menginstruksikan seluruh prajurit TNI yang tengah menjalankan misi perdamaian di Lebanon untuk meningkatkan kewaspadaan dengan tetap berada di dalam bunker serta menghentikan sementara aktivitas di luar.

Instruksi tersebut disampaikan di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Israel dan kelompok Hizbullah di wilayah Lebanon selatan.

Perintah itu disampaikan Agus saat melakukan komunikasi melalui video call dengan Komandan Satgas Yonmek XXIII-S/UNIFIL di Lebanon. Dalam keterangannya, ia menekankan pentingnya menjaga keselamatan dan moril prajurit.

“Tetap laksanakan pengamanan internal, masuk ke bunker, tidak ada kegiatan keluar, dan jaga moril prajurit agar tetap semangat,” ujar Agus, Sabtu (4/4).

Komandan Satgas menyatakan kesiapan untuk melaksanakan instruksi tersebut.

Prioritas Keselamatan Prajurit

Dalam pernyataan yang disampaikan melalui media sosial, Agus menegaskan bahwa keselamatan prajurit menjadi prioritas utama di tengah situasi yang tidak menentu.

Ia juga menyampaikan doa dan dukungan moral bagi seluruh personel yang bertugas agar tetap kuat dalam menjalankan misi perdamaian.

Korban Jiwa dan Luka dalam Misi Perdamaian

Misi perdamaian di bawah naungan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) turut diwarnai insiden yang menimpa prajurit TNI.

Berdasarkan keterangan UNIFIL, seorang prajurit TNI, Praka Farizal Rhomadhon, meninggal dunia akibat ledakan proyektil di dekat pos Indonesia di wilayah Adchit Al Qusayr pada Minggu (29/3).

Selanjutnya, dua prajurit lainnya, Kapten Inf Zulmi Aditya Iskandar dan Sertu Muhammad Nur Ichwan, gugur dalam insiden ledakan yang sumbernya belum dapat dipastikan pada Senin (30/3).

Selain itu, pada Jumat (3/4), tiga prajurit TNI dilaporkan mengalami luka-luka akibat ledakan yang juga masih dalam penyelidikan.

Situasi Keamanan Masih Dinamis

Hingga saat ini, situasi keamanan di Lebanon selatan dilaporkan masih dinamis seiring meningkatnya intensitas konflik di kawasan tersebut. TNI memastikan terus memantau perkembangan dan mengambil langkah-langkah pengamanan untuk melindungi personel yang bertugas. Rill/Red

Reaksi: