Sukoharjo, detikline.com - Forum Kader Bela Negara (FKBN) Badan Koordinator Pusat menggelar panen raya padi terapan organik di Desa Bulakrejo, Kecamatan Sukoharjo, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari program pertanian berkelanjutan untuk mendukung ketahanan dan kedaulatan pangan nasional.
Panen raya ini menjadi implementasi program “Bela Negara di Sektor Pangan” yang dikembangkan FKBN, dengan menekankan penggunaan pupuk berbasis organik, pengurangan bahan kimia sintetis, serta peningkatan kapasitas petani melalui pelatihan dan pendampingan teknis di lapangan.
Kegiatan tersebut dihadiri Pengurus Badan Koordinator Pusat (Bakorpus) FKBN, Ketua Koperasi Bela Negara FKBN, Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Kabupaten Sukoharjo, Kepala Satuan Pengawas FKBN, perwakilan Pemerintah Kecamatan, Dinas Pertanian Kabupaten Sukoharjo, BAPISUS RI, Badan Cadangan Nasional (BACADNAS) Kementerian Pertahanan RI, Petani Bela Negara, Tim Ahli Terapan Organik FKBN Kabupaten Lamongan, serta kelompok tani Desa Bulakrejo.
Hasil Panen: Terapan Organik Capai 8,3 Ton per Hektare
Berdasarkan data lapangan yang disampaikan tim panen FKBN, produktivitas padi dengan pola terapan organik Bela Negara mencapai 8,3 ton per hektare.
Capaian ini dinilai kompetitif dibanding pola budidaya konvensional berbasis pupuk kimia yang umumnya berada di bawah angka tersebut.
Selain produktivitas yang tinggi, kualitas gabah dinilai lebih sehat dan ramah lingkungan. Penggunaan pupuk serta pestisida organik buatan sendiri juga membantu menekan biaya produksi petani.
Ketua Badan Koordinator Pusat FKBN, Angga Rahardian Tirtawidjaja, menegaskan bahwa sektor pangan memiliki peran strategis dalam pertahanan negara.
“Bela negara tidak hanya terkait aspek keamanan, tetapi juga memastikan ketersediaan pangan yang sehat, mandiri, dan berkelanjutan. Pertanian organik adalah langkah strategis untuk masa depan bangsa,” ujarnya.
Angga menambahkan bahwa sejumlah petani yang sebelumnya bergantung pada pupuk kimia mulai merasakan perubahan setelah beralih ke pupuk organik berbasis terapan FKBN.
Puluhan kader FKBN bersama kelompok tani dan tamu undangan tampak terlibat langsung dalam proses panen padi yang telah menguning.
Ketua Koperasi Bela Negara FKBN, Elpin Subagus, menyatakan bahwa panen ini bukan sekadar aktivitas pertanian, melainkan wujud nyata kontribusi bela negara di sektor pangan.
“Panen hari ini membuktikan bahwa semangat bela negara dapat diwujudkan melalui kerja nyata di sawah. Ketahanan pangan adalah fondasi kedaulatan bangsa,” katanya.
Menurut Elpin, program ini bertujuan mengurangi ketergantungan pupuk kimia, menekan biaya produksi, serta menjaga kesuburan tanah dalam jangka panjang.
“Dari desa, kita bangun kekuatan nasional menuju Indonesia sebagai lumbung pangan dunia,” tambahnya.
Testimoni Petani
Sihono, Petani Terapan Organik Bela Negara Desa Bulakrejo, menyampaikan bahwa metode ini telah berhasil diterapkan di wilayahnya.
“Awalnya kami menerapkan semi organik, kemudian beralih ke terapan organik penuh Bela Negara. Hasilnya terasa lebih stabil, tanah lebih gembur, dan biaya lebih hemat dibanding sebelumnya,” ujar Sihono.
Sementara itu, seorang petani yang sebelumnya menggunakan sistem full kimia mengakui bahwa biaya produksi tinggi dan ketergantungan pupuk pabrikan menjadi kendala.
“Dulu biaya pupuk sangat besar, tanah juga makin keras. Setelah melihat hasil organik, kami mulai mempertimbangkan beralih,” katanya.
Apresiasi dari Pemerintah & Lembaga
Kolonel Rudy dari Badan Cadangan Nasional (BACADNAS) menyampaikan apresiasi atas kinerja FKBN.
“Kami sangat mengapresiasi kerja keras FKBN dalam mensukseskan program ketahanan pangan. Ini sejalan dengan upaya nasional memperkuat cadangan pangan strategis,” ujarnya.
Sementara itu, Deputi BAPISUS RI Brigjen Fahrid Amran menilai keberhasilan program ini mendukung visi nasional.
“Suksesnya Terapan Organik Bela Negara mendukung program Presiden Prabowo Subianto dalam mencapai kedaulatan pangan. Ini harus direplikasi di daerah lain,” tegasnya.
Edukasi dan Pendampingan
Panen raya juga dirangkai dengan diskusi dan edukasi pertanian organik. Abah Mustain dari FKBN Lamongan memaparkan pembuatan nutrisi, probiotik, dan pestisida organik alami kepada para petani.
“Petani sangat antusias karena metode ini berdampak langsung pada hasil panen dan kesuburan tanah. Saya berharap bisa diterapkan lebih luas di Sukoharjo,” katanya.
Melalui kegiatan ini, FKBN menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan pertanian nasional.
Gerakan kolektif ini diharapkan mampu memperkuat ketahanan pangan daerah, meningkatkan kesejahteraan petani, serta mendukung visi Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
Semangat “Dari desa untuk ketahanan bangsa” terus digaungkan dalam setiap langkah program pertanian organik FKBN. Rill/Lk


0Komentar