Jakarta, detikline.com - Polemik rumah tangga antara Insanul Fahmi dan istri sahnya, Wardatina Mawa, yang turut menyeret nama selebritas Inara Rusli, memasuki perkembangan baru.
Insanul dilaporkan telah bertemu dengan Wardatina Mawa dan anak-anaknya untuk membahas upaya penyelesaian secara damai.
Kuasa hukum Insanul Fahmi, Tommy, mengatakan pertemuan tersebut membahas kemungkinan rekonsiliasi serta kelanjutan rumah tangga Insanul dan Mawa.
Namun, upaya damai itu disertai dua syarat yang diajukan Mawa dan disebut tidak dapat ditawar.
Syarat pertama, Insanul Fahmi diminta menyampaikan permohonan maaf secara terbuka kepada Wardatina Mawa dan keluarganya melalui media massa.
Permintaan tersebut dinilai perlu untuk memulihkan nama baik keluarga Mawa yang merasa dirugikan oleh berbagai pernyataan dan isu yang beredar.
Syarat kedua berkaitan dengan kejelasan kabar pernikahan siri antara Insanul Fahmi dan Inara Rusli.
Mawa meminta Insanul menunjukkan bukti autentik bahwa pernikahan siri tersebut benar terjadi pada 7 Agustus 2025.
Tommy menjelaskan, kejelasan tanggal pernikahan menjadi penting karena sebelumnya beredar rekaman CCTV yang menunjukkan dugaan hubungan Insanul dan Inara pada 8 Agustus 2025.
Mawa mempertanyakan permohonan izin poligami yang baru diajukan pada Oktober 2025.
“Jika pernikahan siri memang terjadi pada tanggal 7, maka hal itu perlu dibuktikan. Namun jika tidak ada pernikahan siri pada tanggal tersebut, maka muncul persepsi adanya dugaan perzinaan,” ujar Tommy, Kamis (15/1), seperti dikutip dari detikHot.
Pihak Insanul Fahmi disebut akan berupaya memenuhi kedua syarat tersebut dalam waktu dekat.
Pertemuan lanjutan direncanakan digelar pekan depan untuk menunjukkan bukti pernikahan siri, termasuk pihak yang menikahkan dan saksi yang hadir.
Sementara itu, kuasa hukum Inara Rusli, Daru Quthny, sebelumnya menyatakan pernikahan kliennya dengan Insanul Fahmi sah secara agama dan memiliki wali nikah.
Laporan dugaan perzinaan yang diajukan Wardatina Mawa ke Polda Metro Jaya pada akhir 2025 hingga kini masih dalam proses. Rill/Red

0Komentar