GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Mengintai Sejumlah Wilayah Indonesia Sepekan Ke Depan

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat masih berpotensi terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan.

Kondisi tersebut dipengaruhi oleh dinamika atmosfer global, regional, dan lokal yang masih aktif.

BMKG menjelaskan, pada skala global fenomena El Nino–Southern Oscillation (ENSO) terpantau berada pada fase negatif yang mengindikasikan La Nina lemah.

Situasi ini berpotensi meningkatkan pasokan uap air di atmosfer, sehingga mendukung proses pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia.

Selain itu, suhu muka laut yang relatif hangat di sejumlah perairan Indonesia turut memperkuat ketersediaan uap air.

Dalam Prospek Cuaca Sepekan periode 16–22 Januari 2026, BMKG juga mencatat aktivitas Madden–Julian Oscillation (MJO) diprakirakan aktif melintasi wilayah Laut Maluku, Maluku Utara, Laut Halmahera, perairan utara Maluku Utara hingga Papua, serta pesisir utara Papua.

Aktivitas tersebut berpotensi meningkatkan pertumbuhan awan hujan di wilayah-wilayah terkait.

Tidak hanya itu, gelombang ekuator seperti Gelombang Kelvin dan Gelombang Rossby Ekuator terpantau aktif di Samudra Hindia barat Sumatra, sebagian Sumatra, Kalimantan, Maluku Utara, serta perairan utara Papua.

Kombinasi sistem atmosfer tersebut dinilai dapat memperkuat proses konvektif dan meningkatkan potensi hujan.

BMKG juga memantau keberadaan Siklon Tropis Nokaen di Laut Filipina, sebelah utara Maluku Utara, yang diperkirakan menguat dengan kecepatan angin maksimum mencapai 35 knot dan tekanan udara sekitar 1000 hPa, dengan arah gerak ke barat laut.

Siklon ini berpotensi memengaruhi pola angin di wilayah utara Indonesia bagian timur.

Selain itu, terdapat Bibit Siklon Tropis 96S yang diprakirakan bergerak persisten dengan kecepatan angin maksimum 20 knot dan tekanan udara 1002 hPa.

Sistem ini membentuk daerah konvergensi yang memanjang dari pesisir barat Sumatra, Riau, Jambi hingga Lampung, Laut Jawa, Selat Makassar, Laut Seram, Laut Arafura, hingga Papua Barat.

BMKG juga mengingatkan adanya potensi peningkatan seruakan dingin (cold surge) dari Benua Asia.

Kondisi ini ditandai dengan perbedaan tekanan udara yang cukup signifikan dan peningkatan kecepatan angin di Laut China Selatan, yang memperkuat aliran monsun Asia melintasi ekuator melalui Selat Karimata.

Dampaknya berpotensi meningkatkan kejadian cuaca ekstrem, khususnya di Sumatra bagian selatan dan Pulau Jawa.

Prospek Cuaca Sepekan

Pada periode 16–18 Januari 2026, cuaca di Indonesia umumnya didominasi hujan ringan hingga lebat.

Namun, BMKG mengimbau kewaspadaan terhadap hujan lebat hingga sangat lebat di sejumlah wilayah yang berstatus siaga, antara lain Sumatra Selatan, Bengkulu, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku.

Potensi angin kencang juga dapat terjadi di berbagai wilayah, termasuk sebagian Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, dan Papua.

Sementara itu, pada periode 19–22 Januari 2026, hujan ringan hingga lebat masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Indonesia.

BMKG menetapkan status siaga hujan lebat hingga sangat lebat di Jawa Barat, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Selatan.

Selain itu, potensi angin kencang diperkirakan meluas di berbagai wilayah, mencakup Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara, Sulawesi, Maluku, serta wilayah Papua.

BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dan selalu memperbarui informasi cuaca melalui kanal resmi BMKG. Rill/Lk

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner