Jakarta, detikline.com - Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta melalui Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Parekraf) resmi menyelenggarakan Pelatihan dan Sertifikasi Tenaga Kerja Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Skema Pramuwisata Muda Tahun 2026. Selasa (05/05).

Program strategis ini bertujuan memperkuat kompetensi dan kualitas sumber daya manusia (SDM) pariwisata agar memiliki daya saing tinggi sesuai standar nasional.

Kepala Disparekraf DKI Jakarta, Andhika Permata, menekankan pentingnya kualitas pelayanan pramuwisata dalam membangun citra pariwisata Jakarta.

“Kami berkomitmen meningkatkan daya saing sektor pariwisata melalui pengembangan kompetensi tenaga kerjanya. Melalui skema Pramuwisata Muda ini, diharapkan lahir pemandu wisata profesional yang mampu memberikan pelayanan prima kepada wisatawan sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI),” ujar Andhika.

Sementara itu, Kepala Pusat Pelatihan Profesi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Endrati Fariani, menyatakan program tahun ini lebih inklusif dibandingkan sebelumnya.

“Kegiatan ini bekerja sama dengan Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) dan LSP Pramuwisata Indonesia untuk memastikan materi relevan dengan kebutuhan industri. Tahun ini kami menekankan Jakarta Kota Inklusif Ramah Disabilitas, agar pramuwisata muda memiliki keterampilan khusus dalam melayani wisatawan disabilitas, bagian penting dari pariwisata berkelanjutan,” jelas Endrati.

Pelatihan berlangsung 22–28 April 2026 di Hotel Aston Pluit, Jakarta Utara, dengan materi teori dan praktik lapangan melalui Walking Tour dan Bus Tour di berbagai lokasi, termasuk Kawasan Blok M, Taman Bendera Pusaka, dan Kota Tua.

Kegiatan diakhiri Uji Kompetensi BNSP pada 29 April 2026 untuk memastikan standar keahlian peserta.

Sebanyak 40 peserta terpilih dibekali materi penting oleh instruktur ahli dari Indosign Academy dan HPI, antara lain Fransiskus Dwi Susanto, Indra Diwangkara, Endang Teguh Pramono, dan Erwan Maulana.

Materi mencakup manajemen risiko, komunikasi efektif dalam bahasa Inggris, hingga strategi pemanfaatan media sosial untuk promosi jasa.

Program ini menjadi langkah nyata Disparekraf dalam menghadirkan pemandu wisata muda yang profesional, adaptif, dan ramah bagi seluruh wisatawan di Jakarta. Rill/Lk

Reaksi: