Jakarta, detiklline.com - Ketua Pengurus Besar Jiu Jitsu Indonesia (PBJI) DKI Jakarta, Abdul Azis Muslim, menegaskan bahwa kompetisi yang berkelanjutan merupakan salah satu faktor utama dalam mencetak atlet berprestasi dan bermental juara.
Hal tersebut disampaikannya dalam pelaksanaan Jakarta Jiu Jitsu Open 2026 yang berlangsung di Food Centrum Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (30/5). Kejuaraan ini diikuti sebanyak 320 atlet dari lima provinsi di Indonesia serta tiga negara, yakni Jepang, Korea Selatan, dan Inggris.
Menurut Abdul Azis Muslim, pembinaan atlet tidak cukup hanya dilakukan melalui latihan rutin. Para atlet juga membutuhkan kesempatan bertanding untuk mengukur kemampuan, meningkatkan pengalaman, serta membangun mental kompetitif yang kuat.
"Seorang atlet tidak akan berkembang maksimal tanpa kompetisi. Melalui pertandingan, mereka belajar menghadapi tekanan, mengasah strategi, dan meningkatkan kepercayaan diri. Karena itu, kompetisi menjadi kunci penting dalam melahirkan atlet-atlet juara," ujarnya.
Ia menjelaskan, kehadiran peserta dari berbagai daerah dan negara memberikan tantangan tersendiri bagi atlet Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas dan kemampuan mereka.
Pertemuan dengan atlet-atlet dari berbagai latar belakang juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga.
Abdul Azis Muslim menilai Jakarta Jiu Jitsu Open 2026 bukan sekadar ajang perebutan gelar juara, tetapi juga menjadi bagian dari proses pembinaan olahraga prestasi yang berkelanjutan.
Melalui kompetisi seperti ini, PBJI DKI Jakarta berupaya menciptakan ruang bagi atlet untuk berkembang dan mempersiapkan diri menghadapi kejuaraan yang lebih tinggi.
"Target kami bukan hanya melahirkan juara di tingkat daerah, tetapi juga atlet yang mampu bersaing di level nasional hingga internasional. Oleh karena itu, kompetisi harus terus diperbanyak dan kualitas penyelenggaraannya terus ditingkatkan," katanya.
Sebagai bentuk apresiasi terhadap prestasi para peserta, panitia menyediakan penghargaan khusus bagi para juara umum. Juara umum pertama akan menerima hadiah sebesar Rp15 juta, juara umum kedua Rp10 juta, dan juara umum ketiga Rp5 juta.
Kejuaraan yang secara resmi dibuka oleh Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Wibi Andrino, tersebut diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang semakin memperkuat pembinaan olahraga jiu jitsu sekaligus melahirkan generasi atlet berprestasi yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. Rill/La


0Komentar