Jakarta, detikline.com - Sebuah film drama keluarga penuh haru bertajuk “Air Mata Terakhir Mamah” siap menyentuh hati para penonton di seluruh Indonesia. Film karya sutradara sekaligus penulis skenario Ardian S. Perkasa ini menjadi persembahan khusus untuk almarhumah ibunda tercinta, Ibu Sriatun binti Kartorejo, sekaligus didedikasikan bagi seluruh ibu di dunia.
Mengangkat kisah tentang perjuangan, pengorbanan, dan kasih sayang seorang ibu, film ini digadang-gadang menjadi salah satu tayangan emosional yang paling dinantikan, khususnya menjelang peringatan Hari Ibu.
Sinopsis: Perjuangan dan Penyesalan yang Terlambat
“Air Mata Terakhir Mamah” mengisahkan tentang seorang ibu bernama Puspa, yang rela mengorbankan segalanya demi kebahagiaan anak semata wayangnya, Riana.
Dengan penuh kesabaran, Puspa menjalani kehidupan penuh penderitaan, menahan lapar, sakit, dan berbagai kesulitan hidup demi memastikan sang anak dapat tumbuh dengan baik. Namun, kasih sayang tulus tersebut justru dibalas dengan sikap durhaka dari Riana.
Meski sering disakiti, Puspa tidak pernah berhenti mendoakan anaknya hingga akhir hayatnya di ruang ICCU Jantung. Menjelang sakaratul maut, sebuah rahasia besar mengenai perjuangan hidup dan mati Puspa saat mengandung dan membesarkan Riana akhirnya terungkap melalui Budhe Tun, kakak kandung Puspa.
Film ini hadir dengan tagline yang menyentuh hati:
Tuhan menciptakan penyesalan agar semua orang sadar bahwa yang telah berlalu tak akan bisa kembali, dan agar manusia belajar dari kesalahan.”
Kolaborasi dengan Pemerintah Daerah dan Promosi Wisata Garut
Film ini juga menjadi ajang promosi budaya dan keindahan alam Jawa Barat, khususnya Kabupaten Garut. Produksi “Air Mata Terakhir Mamah” mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk unsur pemerintahan daerah dan tokoh masyarakat.
Selain menghadirkan kisah emosional, film ini akan menampilkan panorama alam Garut yang indah, serta beberapa adegan yang mengambil lokasi di area PT KAI, termasuk suasana perjalanan kereta api dan Stasiun Garut.
Deretan Tokoh dan Calon Pemeran
Ditemui di kediamannya di kawasan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Ardian S. Perkasa mengungkapkan sejumlah nama yang direncanakan terlibat dalam film tersebut.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi direncanakan memerankan tokoh Pak Dadang, sosok pejabat dermawan yang mengasuh Riana, apabila berkenan bergabung dalam produksi ini.
Selain itu, Fadli Zon juga direncanakan tampil sebagai cameo khusus apabila bersedia turut berpartisipasi.
Adapun deretan calon pemain yang akan mendukung film “Air Mata Terakhir Mamah” di antaranya:
- Jennifer Rachel JKT48
- Kinaryosih
- Minati Atmanegara
- Julian Kunto
- Kiki Narendra
- Iqbal Perdana
- Cok Simbara
- Cak Tohir
- Mbok Tun
- Raffi Ahmad
- Nagita Slavina
- Fadli Zon
- Dedi Mulyadi
- Audria Arspezia (Mojang Garut)
- Anton Giok
serta sejumlah nama lainnya.
Pesan Mendalam untuk Anak-Anak Manusia
Melalui film ini, Ardian S. Perkasa ingin mengajak masyarakat untuk kembali merenungkan arti penting kehadira
“Jangan menunda untuk membahagiakan kedua orang tua selagi mereka masih ada, terutama ibu. Ibu adalah pintu surga. Ketika ibu sudah tiada, ibarat rumah tanpa tiang dan pondasi. Jangan sampai kita baru mencari ibu saat gagal atau sedih saja, sementara ketika bahagia kita melupakannya,” ujar Ardian.
Film ini juga membawa pesan kuat tentang pentingnya memuliakan ibu, sebagaimana kutipan yang diangkat dalam cerita:
“Muliakan ibumu, ibumu, ibumu… Surgaku, ridho-mu Ibu.”
Segera Tayang di Hari Ibu
Film “Air Mata Terakhir Mamah” dijadwalkan tayang perdana pada momentum spesial Hari Ibu, 22 Desember mendatang.
Diproduksi sebagai “kado cinta” untuk seluruh ibu, film ini diharapkan mampu menjadi pengingat bahwa doa seorang ibu adalah kekuatan terbesar di balik kesuksesan seorang anak.

0Komentar