Jakarta, detikline.com – Badan Cadangan Nasional Pusat Bela Negara (Pusbelneg) Kementerian Pertahanan menggelar Rapat Kerja (Raker) Ormas Bela Negara Tahun 2026 dengan konsep coffee morning, Selasa (28/4/2026).
Kegiatan berlangsung di Ruang Rapat Bacadnas, Kementerian Pertahanan, Jalan Salemba Raya No. 3, Jakarta Pusat, mulai pukul 09.00 WIB. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Pusbelneg, Brigadir Jenderal TNI Parluhutan Marpaung, S.I.P., M.Han.
Agenda utama dalam raker tersebut meliputi sosialisasi program kerja Ormas Bela Negara Tahun 2026 serta evaluasi pelaksanaan program Triwulan I Tahun 2026.
Lima Ormas Bela Negara Hadir
Rapat dihadiri oleh lima organisasi masyarakat (ormas) bela negara, yakni FKBN, FBN, PPBN, GMBN, dan PKBN, dengan masing-masing mengirimkan dua perwakilan.
Sejumlah pejabat dan tokoh juga turut hadir, di antaranya Kolonel Inf Ruddy Hermawan, S.H., S.I.P selaku Kabid Lingmas Pusbelneg Bacadnas Kemhan, serta unsur Kogaphan yang bertugas dalam pengamanan kegiatan.
Dalam forum tersebut, setiap ormas diwajibkan memaparkan program kerja tahun 2026 sekaligus menyampaikan hasil evaluasi program pada triwulan pertama.
FKBN Tegaskan Komitmen Dukung Program Bacadnas
Perwakilan FKBN, H. Ali Santoso dan Rembun Waluyo, menyampaikan bahwa hasil rapat koordinasi perdana di Kantor Bacadnas menegaskan posisi FKBN sebagai garda terdepan dalam mendukung program pemerintah.
“FKBN akan mengoptimalkan peran seluruh anggota dan berperan aktif dalam peningkatan program ketahanan pangan nasional,” ujar Rembun Waluyo.
Ia menambahkan, capaian program ketahanan pangan yang telah berjalan dinilai cukup baik dan akan terus diperkuat ke depan.
Dorong Desa Bela Negara dan Pertanian Organik
Sementara itu, Ali Santoso menekankan pentingnya peningkatan kesadaran bela negara melalui berbagai program berbasis masyarakat.
“FKBN aktif meningkatkan semangat dan kesadaran bela negara di daerah, melalui beragam program, baik pendidikan bela negara, desa bela negara, sampai sosialisasi terapan organik bela negara, sebagai upaya mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia dan kembali ke organik yang lebih sehat dan alami ramah lingkungan,” ungkap Ali Santoso.
Program tersebut dinilai tidak hanya berdampak pada sektor pertahanan non-militer, tetapi juga pada kesehatan dan keberlanjutan lingkungan.
Evaluasi Jadi Pijakan Penguatan Program
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Utama FKBN, Elpin Subagus, menegaskan bahwa hasil evaluasi Triwulan I menjadi dasar perbaikan program ke depan.
“Hasil evaluasi Triwulan I menjadi pijakan penting bagi FKBN untuk bergerak lebih terukur. Kami akan pastikan setiap kader FKBN di daerah aktif berkolaborasi dengan Bacadnas dan organisasi bela negara lainnya. Target kami, program kerja tidak hanya di atas kertas, tetapi berdampak langsung ke masyarakat,” tuturnya.
Fokus 2026: Ketahanan Pangan Nasional
Senada, Kepala Bakorpus FKBN, Angga Rahadian Tirtawijaya, menegaskan kesiapan organisasinya dalam mengimplementasikan program prioritas nasional.
“FKBN siap menjadi garda terdepan dalam mengimplementasikan program Bacadnas. Fokus kami pada 2026 adalah penguatan ketahanan pangan nasional melalui gerakan Desa Bela Negara dan massifikasi Terapan Organik Bela Negara. Ini merupakan bentuk nyata bela negara di sektor ekonomi dan lingkungan,” pungkas Angga.
Rapat kerja ini diharapkan menjadi momentum penguatan sinergi antara pemerintah dan ormas bela negara dalam menjalankan program strategis nasional, khususnya di bidang ketahanan pangan dan pemberdayaan masyarakat. Rill/La2

0Komentar