![]() |
| Andri Maulana, S.H. (Ketum LBH JANGKAR) |
Jakarta, detikline.com - Sosok Andri Maulana dikenal tidak hanya sebagai Ketua Umum Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jangkar, tetapi juga sebagai penggerak pembinaan generasi muda melalui Sekolah Sepak Bola (SSB) Twins FC. Perpaduan peran di bidang hukum dan olahraga ini menjadi langkah strategis dalam merespons persoalan sosial, khususnya kenakalan remaja.
Di tengah meningkatnya tantangan yang dihadapi generasi muda, mulai dari penyalahgunaan narkoba hingga keterlibatan dalam tindakan kriminal, Andri memilih pendekatan yang tidak hanya bersifat penanganan hukum, tetapi juga pencegahan melalui kegiatan positif.
Berdasarkan data Badan Narkotika Nasional (BNN), sekitar 312 ribu remaja usia 15–25 tahun di Indonesia terpapar narkoba, sementara total pengguna mencapai jutaan orang dengan dominasi usia produktif. Kondisi ini menunjukkan pentingnya langkah preventif yang menyentuh langsung kehidupan anak-anak dan remaja.
Sebagai Ketua Umum LBH Jangkar, Andri kerap berhadapan langsung dengan berbagai persoalan hukum di masyarakat. Dari pengalaman tersebut, ia melihat bahwa banyak kasus bermula dari kurangnya pembinaan sejak usia dini.
“Dari sisi hukum, kami sering melihat anak-anak yang tersandung masalah karena tidak punya ruang yang tepat untuk berkembang. Karena itu, kami hadirkan SSB Twins FC sebagai solusi nyata, bukan hanya bicara penindakan, tapi pencegahan,” ujar Andri, dalam keterangan tertulis. Jumat (24/04).
Melalui SSB Twins FC, ia ingin membangun wadah yang tidak hanya melatih kemampuan sepak bola, tetapi juga menanamkan nilai disiplin, tanggung jawab, dan sportivitas kepada generasi muda.
Menurutnya, olahraga memiliki kekuatan sebagai alat pembinaan sosial yang efektif, sekaligus menjadi benteng dari pengaruh negatif seperti pergaulan bebas dan kriminalitas remaja.
“Kalau anak-anak punya aktivitas yang jelas dan lingkungan yang positif, mereka akan tumbuh dengan arah yang benar. Ini yang kami dorong melalui SSB,” tegasnya.
Andri menilai, sinergi antara pendekatan hukum dan pembinaan berbasis komunitas seperti olahraga perlu diperkuat untuk menciptakan generasi yang tidak hanya sadar hukum, tetapi juga memiliki karakter yang kuat.
Ke depan, ia berharap SSB Twins FC dapat berkembang menjadi pusat pembinaan generasi muda yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus menjadi contoh bagaimana peran tokoh masyarakat dapat memberikan dampak nyata di tengah tantangan sosial saat ini.
“Ini bukan sekadar sepak bola, tapi tentang investasi masa depan generasi bangsa,” tutup Andri. Rill/La


0Komentar