GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Kasus Keracunan Jadi Alarm, Aktivis Lala Komalawati dan FSGI Dorong Perbaikan MBG

Lk
Font size:
12px
30px
Print
Aktivis Ibu dan Anak Lala Komalawati

Jakarta, detikline.com - Aktivis perlindungan ibu dan anak, Lala Komalawati, menyampaikan keprihatinan atas kasus dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa puluhan siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.

Menurut Lala, peristiwa ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh tanpa mengabaikan tujuan utama program yang dinilai strategis dalam meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

“Saya melihat program MBG ini memiliki niat baik dan sangat penting, terutama bagi anak-anak, balita, serta ibu hamil dan menyusui. Namun, pelaksanaannya harus benar-benar dijaga agar tidak menimbulkan risiko kesehatan,” ujar Lala, dalam keterangan tertulis. Minggu (5/04).

Lala menegaskan, keselamatan anak merupakan prioritas utama dalam setiap kebijakan publik yang berkaitan dengan pangan dan kesehatan.

Ia juga menyatakan dukungan terhadap sikap Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) yang mendorong adanya evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelaksanaan program MBG.

“Kami sejalan dengan FSGI bahwa kasus ini tidak boleh dianggap sebagai kejadian biasa. Harus ada audit menyeluruh, mulai dari kualitas bahan makanan, proses pengolahan, hingga distribusi di lapangan,” tegas Lala.

Sebagai bentuk kepedulian, Lala menyatakan siap berkolaborasi dengan FSGI dan berbagai pihak untuk memperkuat pengawasan berbasis masyarakat, khususnya dari peran orang tua.

“Kami siap berkolaborasi dengan FSGI untuk mendorong pengawasan partisipatif. Orang tua harus dilibatkan, karena mereka yang paling dekat dengan anak dan paling cepat merasakan dampaknya,” ujarnya.

“Program ini baik, tetapi tidak boleh ada kompromi dalam hal kualitas dan keamanan pangan. Evaluasi harus dilakukan secara terbuka dan berkelanjutan,” tambahnya.

Ia juga mendorong pemerintah untuk meningkatkan transparansi serta memperkuat standar operasional dalam penyediaan makanan bagi kelompok rentan.

“Ke depan, harus ada sistem pengawasan yang lebih ketat dan transparan agar kejadian serupa tidak terulang,” pungkas Lala. Rill/Red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner