Jakarta, detikline.com - Suasana penuh kehangatan dan kebersamaan mewarnai kegiatan Halal Bihalal Muslim Tionghoa bersama Gubernur DKI Jakarta yang digelar di Masjid Lautze, Jumat (16/04/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam mempererat ukhuwah Islamiyah sekaligus memperkuat persatuan lintas budaya di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.
Ketua panitia yang juga Ketua DKM Masjid Lautze, Hans Ahmad Yamin, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya acara tersebut.
Ia menuturkan bahwa kehadiran Gubernur DKI Jakarta menjadi kesempatan istimewa yang tidak ingin dilewatkan.
“Momentum ini kami manfaatkan bukan hanya untuk Halal Bihalal, tetapi juga sebagai jembatan silaturahmi antara pemimpin daerah dengan jamaah, khususnya komunitas Muslim Tionghoa,” ujarnya.
Menurut Hans, kegiatan ini juga membawa pesan penting tentang ukhuwah lintas budaya.
Ia menyoroti masih adanya “blind spot” atau kesenjangan persepsi di masyarakat terkait identitas Muslim Tionghoa.
“Masih ada anggapan bahwa mayoritas Muslim identik dengan pribumi, sementara etnis Tionghoa identik dengan non-Muslim. Padahal, jika melihat sejarah, peran Muslim Tionghoa dalam perkembangan Islam dan perjuangan bangsa Indonesia sangat signifikan,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya membuka kembali narasi sejarah yang selama ini kurang terekspos, termasuk kontribusi tokoh-tokoh Muslim Tionghoa dalam masa perjuangan kemerdekaan.
Acara ini turut dihadiri jamaah dari berbagai latar belakang, termasuk Muslim Tionghoa dari Bandung dan Cirebon, serta tamu dari luar negeri.
Kehadiran mereka menunjukkan bahwa komunitas Muslim Tionghoa memiliki jaringan yang luas dan tersebar di berbagai wilayah.
Momen kebersamaan semakin terasa usai salat Jumat, ketika Gubernur DKI Jakarta berinteraksi langsung dengan jamaah.
Ia menyampaikan apresiasi atas undangan tersebut dan mengaku terkesan dengan antusiasme serta keberagaman yang hadir.
“Beliau sangat senang dan mengaku tidak menyangka bahwa selain Muslim Tionghoa WNI, juga hadir Muslim dari Tiongkok dalam jumlah cukup banyak,” ungkap Hans.
Meski digelar di penghujung bulan Syawal, kegiatan Halal Bihalal ini tetap menjadi ajang bermakna dalam mempererat tali persaudaraan.
Semangat kebersamaan yang terbangun diharapkan dapat terus memperkuat persatuan bangsa di tengah keberagaman.
“Di atas bumi Allah, kita semua bersaudara dalam iman. Tidak ada sekat budaya yang dapat memisahkan ukhuwah,” tutup Hans. Rill/Red
Jurnalis: 𝓒𝓲𝓛𝓲𝓷𝓭𝓪 𝓗𝓾𝓪𝓷𝓰 黄美玲


0Komentar