Jakarta, detikline.com - Ribuan jemaah umrah asal Jawa Timur (Jatim) dilaporkan tertahan di Arab Saudi menyusul dinamika keamanan regional yang memanas dalam beberapa hari terakhir akibat ketegangan antara Iran dan Israel yang turut melibatkan Amerika Serikat.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Kementerian Haji Kantor Wilayah Jawa Timur, Asadul Anam, menyebutkan berdasarkan data sementara terdapat sekitar 9.400 jemaah umrah asal Jatim yang tertunda kepulangannya ke Indonesia.
“Betul, ada kurang lebih 9.400 jemaah umrah asal Jawa Timur yang tertunda kepulangannya,” ujar Anam, Senin (2/3), dalam keterangan tertulis.
Ia menjelaskan, penundaan tersebut berkaitan dengan penyesuaian jalur penerbangan serta kebijakan otoritas setempat yang mengedepankan faktor keselamatan di tengah situasi yang berkembang.
Meski demikian, Anam memastikan seluruh jemaah dalam kondisi aman dan tetap berada dalam pendampingan pihak Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU).
“Hingga saat ini seluruh jemaah dalam kondisi aman dan berada di bawah pendampingan pihak PPIU,” katanya.
Kementerian Haji juga mengimbau para jemaah serta keluarga di Jawa Timur untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari pemerintah Indonesia maupun otoritas Arab Saudi terkait jadwal kepulangan yang dinilai aman.
Selain penundaan kepulangan, Kementerian Haji pusat juga telah mengeluarkan kebijakan penundaan sementara keberangkatan jemaah umrah hingga situasi dinyatakan kondusif. Kebijakan tersebut telah ditindaklanjuti di tingkat provinsi.
“Kemenhaj pusat sudah resmi meminta semua jemaah umrah yang hendak berangkat ditunda terlebih dahulu. Kemenhaj Jatim siap meneruskan keputusan itu kepada jemaah melalui PPIU di Jawa Timur,” tegas Anam.
Pihaknya juga meminta seluruh PPIU di Jawa Timur untuk mempertimbangkan secara matang aspek keamanan sebelum memberangkatkan jemaah.
“Aspek keamanan dan keselamatan jemaah menjadi prioritas utama di tengah dinamika geopolitik yang belum stabil,” pungkasnya. Rill/Red

0Komentar