Brebes, detikline.com - Ratusan umat Islam memadati Majelis Sanggar Mutiara yang berlokasi di Desa Tengki, Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, dalam rangka menyambut malam Lailatul Qadar pada sepuluh malam terakhir Ramadan 1447 Hijriah, tepatnya malam ke-27.

Kegiatan ibadah yang berlangsung pada Minggu malam (15/3/2026) tersebut dipenuhi jamaah yang datang dengan harapan meraih keberkahan malam Lailatul Qadar.

Malam Lailatul Qadar merupakan malam yang penuh kemuliaan dan keberkahan.

Dalam Al-Qur’an disebutkan bahwa malam tersebut lebih baik dari seribu bulan (QS. Al-Qadr: 3), dan hanya terjadi sekali dalam setahun pada bulan Ramadan.

Pantauan Detikline.com, rangkaian ibadah Qiyamul Lail dimulai pukul 20.00 WIB setelah sholat Isya. Para jamaah melaksanakan sholat Tarawih, sholat Witir, serta rangkaian ibadah malam lainnya dalam suasana khusyuk.

Bertindak sebagai imam sholat adalah Ustadz Achmad Patihi, S.Pd.I, muadzin Haryanto, sementara doa dipimpin oleh Ustadz Taswad.

Usai pelaksanaan sholat berjamaah, para jamaah kemudian mengikuti amalan yang dipandu oleh Ustadz Achmad Patihi dengan membaca Surat Al-Kautsar sebanyak 120 kali hingga selesai.

Sementara itu, Almukarom Guru Spiritual Majelis Sanggar Mutiara, Dasuki, menjelaskan bahwa Lailatul Qadar tahun 2026 diperkirakan jatuh pada Minggu malam, 15 Maret 2026, yang bertepatan dengan malam ke-27 Ramadan 1447 H.

Menurutnya, prediksi tersebut didasarkan pada pola spiritual yang dipelajari serta riwayat hadits yang menyebutkan bahwa tanda-tanda Lailatul Qadar paling sering terjadi pada malam ke-27.

“Namun demikian, bukan berarti malam ke-21, 23, 25, dan 29 diabaikan. Semua malam ganjil di sepuluh hari terakhir Ramadan tetap dianjurkan untuk dihidupkan dengan ibadah,” jelas Dasuki.

Di tempat yang sama, pengurus Majelis Sanggar Mutiara, Ustadz Drs. Subar, mengatakan banyak jamaah datang bersama keluarga, membawa anak-anak, istri maupun orang tua mereka.

“Jamaah tidak hanya berasal dari Brebes, tetapi juga dari Jakarta, Bekasi, Solo hingga Bogor. Sekitar enam mobil terlihat parkir di sekitar Majelis Sanggar Mutiara, menunjukkan tingginya antusias masyarakat untuk beribadah di malam Ramadan,” ujarnya.

Salah seorang jamaah, Sutarjo yang datang dari Solo, mengaku sangat bersemangat mengikuti rangkaian ibadah malam tersebut.

“Alhamdulillah, melihat antusias warga yang begitu semangat, saya pun ikut semakin bersemangat melaksanakan sholat Qiyamul Lail agar mendapatkan keberkahan,” katanya.

Hal senada juga disampaikan Rian, jamaah asal Jakarta. Ia mengatakan kegiatan sholat Qiyamul Lail bersama keluarga di Majelis Sanggar Mutiara sudah menjadi kebiasaan setiap sepuluh malam terakhir Ramadan.

“Kami datang dengan ikhlas dan tulus, hanya ingin mendapatkan keberkahan malam Lailatul Qadar,” ujarnya.

Sementara itu, Almukarom Guru Spiritual Dasuki menambahkan bahwa keberkahan malam Lailatul Qadar hanya dapat diraih oleh mereka yang sungguh-sungguh mencarinya melalui ibadah.

“Mereka yang mengerjakan ibadah semata-mata karena Allah SWT dengan penuh keikhlasan, menjaga tauhid, serta menjauhi sifat iri, dengki dan syirik, insyaAllah akan mendapatkan keberkahan malam tersebut,” tutupnya.

“Semoga setiap amal yang dilakukan pada malam Lailatul Qadar menjadi saksi kebaikan yang mengantarkan kita pada ampunan, keberkahan, dan ridha Allah SWT. Aamiin,” pungkasnya. Rill/Gatot

Reaksi: