![]() |
| Tokoh Ulama Pekojan Habib Quraish |
Sebagai tokoh ulama kharismatik yang disegani di kawasan Pekojan, Kecamatan Tambora, Jakarta Barat, Habib Quraish dikenal sebagai figur yang istiqamah dalam merawat warisan keagamaan para ulama terdahulu, khususnya tradisi khataman Al-Qur’an di bulan suci Ramadhan.
Tradisi Khotmul Qur’an yang digelar di Yayasan Waqaf Azzawiyah Al Habib Ahmad Bin Muhammad Bin Hamzah Alatas ini telah berlangsung selama puluhan tahun dan menjadi salah satu ikon keagamaan di wilayah Pekojan.
Dalam perjalanannya, peran Habib Quraish begitu sentral dalam menjaga kesinambungan kegiatan tersebut.
“Ini bukan sekadar tradisi, tapi amanah dari para ulama. Kita hanya meneruskan dan menjaga agar tetap hidup di tengah masyarakat,” ujar Habib Quraish, Selasa (17/03).
Di tengah arus modernisasi dan kehidupan urban yang semakin dinamis, Habib Quraish tetap menekankan pentingnya menjaga hubungan umat dengan Al-Qur’an.
Baginya, Khotmul Qur’an bukan hanya seremoni, melainkan momentum memperkuat iman dan mempererat ukhuwah Islamiyah.
Komitmennya dalam membina umat terlihat dari konsistensinya hadir di setiap momentum penting keagamaan, serta kemampuannya merangkul berbagai kalangan, mulai dari masyarakat lokal hingga jamaah dari luar daerah yang datang khusus untuk mengikuti Khotmul Qur’an malam 27 Ramadhan.
Tak heran, setiap tahunnya ribuan jamaah memadati kawasan Pekojan untuk merasakan langsung suasana spiritual yang kental, sekaligus mendapatkan siraman rohani dari sosok ulama yang dikenal sederhana dan dekat dengan umat tersebut.
“Selama kita masih diberi kesempatan, tradisi ini harus terus dijaga. Ini bagian dari syiar Islam dan warisan yang sangat berharga,” tutupnya.
Dengan peran dan dedikasinya, Habib Quraish tidak hanya menjadi saksi hidup perjalanan tradisi Khotmul Qur’an di Pekojan, tetapi juga penjaga nyala cahaya Al-Qur’an agar terus menerangi generasi mendatang. Rill/Lala

0Komentar