GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Aktivis Lala Komalawati Soroti Kerentanan Anak dan Kemiskinan: “Tragedi Ngada Jadi Cermin Gagalnya Perlindungan Anak”

Lk
Font size:
12px
30px
Print
Aktivis Lala Komalawati 

Jakarta, detikline.com – Tragedi meninggalnya seorang siswa kelas IV SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengundang keprihatinan mendalam dari aktivis sosial Lala Komalawati, yang selama ini dikenal vokal dalam isu perlindungan anak dan pemberdayaan keluarga miskin.

Menanggapi peristiwa tersebut, Lala menilai kasus ini bukan sekadar tragedi individu, tetapi cerminan lemahnya perlindungan sosial terhadap anak-anak dalam keluarga rentan ekonomi.

“Ini bukan hanya soal duka satu keluarga, tetapi alarm keras bagi kita semua. Anak ini hidup dalam keterbatasan, minim pendampingan, dan tekanan psikologis yang tidak tertangani. Negara, sekolah, dan lingkungan seharusnya hadir lebih kuat,” ujar Lala Komalawati, dalam keterangan tertulis. Selasa (3/2).

Menurut Lala, fakta bahwa korban tinggal bersama nenek berusia lanjut dan sempat meminta uang untuk kebutuhan sekolah menunjukkan adanya celah besar dalam dukungan terhadap anak-anak dari keluarga miskin.

“Kebutuhan paling dasar seperti buku dan alat tulis saja tak terpenuhi. Ini menunjukkan bahwa program perlindungan anak dan bantuan pendidikan belum benar-benar menyentuh akar masalah di daerah terpencil,” tegasnya.

Sebagai aktivis yang kerap melakukan pendampingan keluarga kurang mampu, Lala juga menyoroti pentingnya peran sekolah dan masyarakat dalam mendeteksi tanda-tanda tekanan emosional pada anak.

“Ketika saksi melihat anak itu tampak sedih dan tidak masuk sekolah, seharusnya ada intervensi lebih awal, guru, tetangga, atau perangkat desa bisa berperan. Jangan tunggu sampai terjadi tragedi,” katanya.

Lala Komalawati mendorong pemerintah daerah, dinas sosial, dan lembaga terkait untuk:

  • Memperkuat pendampingan psikososial bagi anak-anak rentan

  • Memastikan akses bantuan pendidikan tepat sasaran
  • Membangun sistem pelaporan dini di tingkat desa
  • Melibatkan komunitas lokal dalam perlindungan anak

Di akhir pernyataannya, Lala mengajak publik menjadikan peristiwa ini sebagai momentum refleksi.

“Semoga kejadian ini menggugah hati kita semua untuk lebih peka terhadap anak-anak di sekitar kita. Mereka mungkin diam, tapi menyimpan beban yang sangat berat,” tutupnya. Rill/Red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner