Jakarta, detikline.com - Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan keprihatinannya atas operasi militer Amerika Serikat yang dilaporkan berujung pada penangkapan Presiden Venezuela, Nicolás Maduro.
Melalui unggahan di akun Instagram resminya, Anwar menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara.
Ia menyebut penggunaan kekuatan militer terhadap kepala pemerintahan negara lain tidak dapat dibenarkan dalam tatanan hukum global.
“Tindakan tersebut merupakan pelanggaran nyata terhadap hukum internasional dan merupakan penggunaan kekuatan yang melanggar hukum terhadap negara berdaulat,” tulis Anwar dalam pernyataannya.
Anwar juga mendesak agar Maduro dan istrinya, yang menurut laporan turut ditangkap dalam operasi tersebut, segera dibebaskan. Ia memperingatkan bahwa tindakan semacam ini dapat menjadi preseden berbahaya dalam hubungan internasional.
Menurut Anwar, penggulingan atau penyingkiran paksa pemimpin negara melalui intervensi eksternal berpotensi mengikis batas penggunaan kekuasaan antarnegara serta melemahkan kerangka hukum internasional yang selama ini menjadi dasar tatanan global.
“Apa pun alasannya, pemecatan paksa kepala pemerintahan yang sedang menjabat melalui tindakan eksternal menciptakan preseden yang berbahaya,” ujarnya.
Anwar menegaskan bahwa rakyat Venezuela memiliki hak untuk menentukan masa depan politik mereka sendiri tanpa tekanan dari kekuatan luar. Ia menilai sejarah menunjukkan bahwa perubahan kepemimpinan akibat intervensi eksternal kerap menimbulkan dampak negatif yang lebih besar.
“Malaysia memandang penghormatan terhadap hukum internasional dan kedaulatan negara sebagai prinsip utama dalam menjaga hubungan damai antarbangsa,” kata Anwar.
Ia menambahkan bahwa pendekatan dialog, keterlibatan konstruktif, dan de-eskalasi konflik merupakan jalan yang lebih kredibel untuk melindungi warga sipil serta memungkinkan rakyat Venezuela memperjuangkan aspirasi mereka secara aman.
Sebelumnya, sejumlah laporan menyebutkan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan istrinya ditangkap oleh pasukan khusus Amerika Serikat dalam sebuah operasi sebelum fajar pada Sabtu (3/1), yang juga dilaporkan disertai serangan udara di beberapa lokasi di dalam dan sekitar Caracas.
Menurut laporan tersebut, Maduro dan istrinya kemudian dibawa ke Amerika Serikat dan dikabarkan akan menghadapi tuduhan terkait perdagangan narkoba dan senjata. Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Amerika Serikat maupun Venezuela terkait klaim tersebut. Rill/RED

0Komentar