GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Medco E&P Malaka Bersama IDI dan RAPI Layani Kesehatan Warga Terdampak Banjir di Aceh Timur

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Aceh Timur, detikline.com - Terganggunya fasilitas layanan kesehatan akibat banjir di Kecamatan Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, mendorong PT Medco E&P Malaka (Medco E&P) bersama Medco Foundation, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Cabang Aceh Timur, UPTD Puskesmas Lokop, serta Radio Antar Penduduk Indonesia (RAPI) Aceh Timur menggelar layanan kesehatan bagi warga terdampak, Sabtu (13/12).

Banjir yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan rumah warga serta sejumlah fasilitas umum dan sosial.

UPTD Puskesmas Lokop menjadi salah satu fasilitas yang terdampak cukup parah sehingga pelayanan kesehatan tidak dapat berjalan optimal.

Sejumlah peralatan medis dan obat-obatan dilaporkan hilang terbawa arus banjir.

Merespons kondisi tersebut, tim gabungan memberikan layanan kesehatan darurat bagi masyarakat, terutama kelompok rentan seperti anak-anak, ibu hamil, dan lanjut usia.

Pelayanan medis dilakukan oleh enam dokter umum dan tujuh dokter spesialis yang tergabung dalam IDI Cabang Aceh Timur, dengan dukungan bidan dan perawat dari UPTD Puskesmas Lokop serta tenaga medis Medco Foundation.

Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Polisi Subsektor Lokop ini bertujuan memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses layanan kesehatan di tengah keterbatasan fasilitas pascabencana.

Layanan kesehatan di Serbajadi merupakan bagian dari program Mobile Medical Services yang dijalankan Medco E&P dan Medco Foundation untuk menjangkau masyarakat di wilayah terdampak bencana sekaligus mendukung pemulihan kondisi kesehatan warga.

General Manager Block A Medco E&P, Tutu Paniji, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk respons tanggap darurat perusahaan terhadap bencana alam.

“Kami berharap layanan kesehatan ini dapat membantu masyarakat Serbajadi yang terdampak banjir, khususnya dalam menjaga kondisi kesehatan pascabencana,” ujarnya.

Ia menambahkan, kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam penanganan dampak bencana.

“Sinergi dengan pemerintah daerah, tenaga medis, dan relawan memungkinkan layanan kesehatan dapat terlaksana dengan baik,” kata Tutu. Rill/Wen

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner