Jakarta, detikline.com - Menjelang tahun politik 2029, calon Gubernur Heikal Safar menyampaikan pesan reflektif bertajuk “Cahaya yang Dirahmati”. Gagasan ini ia ajukan sebagai ajakan bagi publik untuk meninjau arah pembangunan bangsa melalui nilai dasar kejujuran, kebijaksanaan, dan kesadaran spiritual yang selaras dengan prinsip tata kelola pemerintahan modern.
Heikal menjelaskan bahwa “Cahaya yang Dirahmati” bukan semata simbol optimisme, melainkan seruan etis yang ditujukan kepada calon pemimpin maupun masyarakat luas agar menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam proses politik dan pembangunan.
Ia menilai bahwa upaya menuju kemajuan nasional harus tetap mengedepankan perilaku yang jujur, arif, dan bertanggung jawab.
“Kecerdasan masyarakat kini semakin berkembang. Mereka mulai aktif mengikuti pola pemerintahan, memahami sistem, dan ikut berperan dalam pembentukan arah kebijakan publik,” ujar Heikal dalam keterangannya, Senin (10/11).
Selain menyoroti aspek etika politik, Heikal juga menekankan pentingnya peningkatan kesadaran intelektual sebagai bagian dari perkembangan peradaban.
Ia menilai bahwa kemampuan masyarakat dalam berpikir kritis, memahami isu publik, serta berpartisipasi dalam proses demokrasi menjadi elemen strategis bagi penguatan fondasi negara.
Dalam refleksinya, Heikal mengaitkan pesan spiritual tersebut dengan kisah Nabi Nuh AS sebagai ilustrasi historis mengenai upaya membangun tatanan kehidupan yang selaras dengan nilai moral dan ketentuan Ilahi.
Kisah itu, menurutnya, dapat dipahami sebagai metafora tentang keteguhan, disiplin, dan kemampuan menciptakan sistem kehidupan yang berkelanjutan.
Heikal menegaskan bahwa nilai-nilai spiritual, etika publik, dan rasionalitas harus berjalan berdampingan untuk mewujudkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, inklusif, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui “Cahaya yang Dirahmati”, ia berharap tahun politik 2029 menjadi momentum bagi penguatan kesadaran kolektif dalam membangun masa depan bangsa yang berintegritas dan berdaya saing. Rill/Lk

0Komentar