GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Inisiatif Warga Dirikan Sekolah Olahraga Rakyat, Pemerintah Diminta Perkuat Dukungan Pembinaan

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Upaya memperluas akses pembinaan olahraga bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu kembali muncul dari kawasan Rawa Badak.

Akbar Solihin, penggiat olahraga yang aktif dalam pembinaan sepak bola di SSB RBC, memprakarsai pendirian Sekolah Olahraga Rakyat (SOR) sebagai wadah pelatihan bagi anak-anak yang memiliki minat dan bakat di bidang olahraga namun menghadapi keterbatasan biaya.

Program ini lahir dari kondisi bahwa banyak anak di tingkat kelurahan hingga kota memiliki potensi di berbagai cabang olahraga, tetapi tidak mampu mengikuti pelatihan atau kompetisi resmi karena terbatasnya fasilitas dan biaya. Mulai dari perlengkapan latihan, transportasi, hingga iuran bulanan sering menjadi kendala bagi mereka.

Dalam keterangannya, Akbar Solihin menjelaskan bahwa SOR dibangun untuk memastikan anak-anak tetap dapat mengembangkan prestasi tanpa terbebani kondisi ekonomi keluarga.

“Kami ingin memastikan tidak ada anak yang berhenti bermimpi hanya karena tidak mampu membayar biaya latihan,” ujarnya. Minggu {23/11}.

SOR membuka pembinaan untuk sejumlah cabang olahraga seperti sepak bola, push bike, dan roller skate. Program ini bersifat inklusif dan berbiaya rendah, dengan dukungan fasilitas yang diperoleh melalui swadaya masyarakat, pelatih lokal, serta bantuan donatur.

Di kawasan padat penduduk seperti Koja, inisiatif ini dinilai dapat menjadi solusi bagi anak-anak yang selama ini kesulitan mengakses pembinaan olahraga formal.

Akbar berharap pemerintah daerah, lembaga CSR, dan dinas terkait dapat memberikan dukungan berupa fasilitas, pendampingan, maupun bantuan pendanaan.

“SOR bukan sekadar tempat latihan olahraga, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk menghindari pergaulan berisiko, menjaga kesehatan, dan membangun masa depan yang lebih baik,” tambahnya.

Saat ini, SOR telah membuka pendaftaran gelombang pertama dan mendapat respons positif dari masyarakat sekitar. Warga menilai program ini dapat membantu pemerataan kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang ekonomi.

Dengan berdirinya Sekolah Olahraga Rakyat, akses pembinaan olahraga bagi anak kurang mampu di Jakarta Utara diharapkan semakin terbuka, sekaligus menjadi model pengembangan bakat olahraga berbasis kerakyatan yang dapat diterapkan di wilayah lain. Rill/Red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner