GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

250 Ton Beras Ilegal Masuk Sabang, Kementan Segel Gudang dan Telusuri Pelaku

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap kasus masuknya 250 ton beras ke wilayah Indonesia tanpa izin pemerintah pusat. Insiden ini terdeteksi di Sabang, Aceh, pada Minggu (23/11), dan segera memicu penindakan oleh aparat gabungan.

Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas) Amran Sulaiman mengatakan laporan mengenai beras ilegal itu diterima pada siang hari.

Tanpa menunggu lama, pihaknya langsung berkoordinasi dengan kepolisian dan TNI untuk melakukan langkah penanganan.

“Kami menerima laporan sekitar pukul 2 siang bahwa ada 250 ton beras masuk ke Sabang tanpa izin pusat, tanpa persetujuan pemerintah,” ujar Amran di kediamannya di Kalibata, Jakarta Selatan, seperti dalam keterangan tertulis.

Setelah laporan diterima, Amran menghubungi Kapolda, Kabareskrim, dan Pangdam untuk memastikan penindakan segera dilakukan.

Gudang penyimpanan yang terkait kasus tersebut, milik PT Multazam Sabang Group, langsung disegel untuk mencegah distribusi keluar.

“Gudangnya langsung disegel, tidak boleh ada beras yang keluar. Tim masih bekerja untuk menelusuri siapa yang bertanggung jawab,” kata Amran.

Ia menegaskan bahwa tindakan impor tanpa persetujuan pusat bertentangan dengan arahan Presiden yang sebelumnya menekankan larangan impor ketika stok nasional dinilai mencukupi.

“Perintah panglima tertinggi jelas: tidak boleh impor jika stok kita banyak. Semua aparatur negara harus patuh pada instruksi Presiden,” tambahnya.

Selain kasus di Sabang, Amran mengungkapkan bahwa pihaknya juga menerima informasi awal mengenai dugaan masuknya beras ilegal di Batam. Namun, laporan tersebut masih dalam tahap verifikasi.

“Kami mendapatkan laporan serupa di Batam, tetapi masih kami konfirmasi kebenarannya,” ujarnya.

Amran menilai praktik impor tanpa izin dapat mengganggu pencapaian target swasembada pangan nasional, yang menurutnya berada pada tahap final dan diharapkan tercapai pada awal Desember.

“Indonesia sudah menuju swasembada. Jangan ada yang mengganggu. Jika ada, pasti kami usut,” tegasnya. Rill/Lala

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner