GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Dalam 2 Hari 842 Siswa di Bandung Barat Keracunan MBG, Aktivis Soroti Pengawasan Program

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Bandung Barat, detikline.com - Kasus keracunan massal akibat konsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Bandung Barat terus bertambah. Dinas Kesehatan Jawa Barat mencatat total korban mencapai 842 siswa dari sejumlah sekolah di Kecamatan Cipongkor dan Cihampelas dalam dua hari terakhir.

Plt Kepala Dinkes Bandung Barat, Lia N. Sukandar, menyampaikan, pada Senin–Selasa terdapat 393 siswa di Cipongkor yang mengalami gejala keracunan.

Kemudian, pada Rabu (24/9/2025), jumlah korban bertambah 449 siswa dari Cipongkor dan Cihampelas.

“Itu data terakhir pada pukul 16.24 WIB,” kata Lia di Posko Kantor Kecamatan Cipongkor, Rabu malam, dalam keterangan tertulis.

Menanggapi hal tersebut, aktivis perempuan dan sosial, Lala Komalawati, menilai kasus ini harus menjadi perhatian serius pemerintah.

Ia menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap program MBG agar tujuan mulia meningkatkan gizi anak sekolah tidak berbalik menjadi bencana kesehatan.

“Program Makan Bergizi Gratis itu tujuannya bagus, tapi kalau pengawasan lemah justru membahayakan anak-anak. 842 siswa jadi korban bukan angka kecil, ini harus menjadi alarm keras bagi semua pihak,” ujar Lala, Rabu malam (24/9/2025).

Menurut Lala, pemerintah daerah tidak boleh hanya fokus pada penanganan darurat, tetapi juga segera mengevaluasi rantai penyediaan makanan, mulai dari bahan, pengolahan, hingga distribusi.

“Anak-anak sekolah adalah generasi penerus. Jangan sampai mereka jadi korban akibat kelalaian pengawasan,” tegasnya.

Lala juga mendorong agar pemerintah terbuka dalam mengungkap penyebab keracunan serta memberikan jaminan pemulihan kesehatan bagi seluruh siswa terdampak.

“Kita ingin transparansi, jangan sampai kasus ini ditutup-tutupi. Orang tua butuh kepastian, anak-anak butuh perlindungan,” tambahnya.

Hingga berita ini diturunkan, Dinas Kesehatan Bandung Barat bersama Pemprov Jawa Barat masih melakukan penelusuran lebih lanjut terkait penyebab pasti keracunan massal tersebut. Rill/red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner