Jakarta, detikline.com - Kaukus Muda Anti Korupsi (KAMAKSI) mengapresiasi sejumlah capaian dan prestasi strategis Bank Jakarta, nama komersial baru dari PT Bank DKI, di bawah kepemimpinan Direktur Utama Agus Haryoto Widodo.
Transformasi yang dilakukan Bank Jakarta dinilai menunjukkan arah yang semakin kuat, khususnya dalam digitalisasi layanan, efisiensi operasional, penguatan tata kelola, manajemen risiko, serta integrasi ekosistem keuangan daerah.
Ketua Umum KAMAKSI, Joko Priyoski, menilai berbagai penghargaan yang diraih Bank Jakarta menjadi indikator bahwa proses transformasi perusahaan mulai mendapatkan pengakuan dari publik maupun industri perbankan nasional.
“Komitmen dan berbagai capaian Bank Jakarta tentunya patut diapresiasi dan didukung. Kami berharap prestasi tersebut tidak hanya menjadi penghargaan semata, tetapi juga memberikan kontribusi nyata terhadap kemajuan dan kesejahteraan masyarakat,” ujar Joko.
Menurutnya, peningkatan kinerja dan inovasi Bank Jakarta akan menjadi salah satu faktor penting dalam membangun serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap bank milik Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tersebut.
Kepemimpinan dan Transformasi Bank Jakarta
Agus Haryoto Widodo juga dinilai telah menorehkan sejumlah prestasi selama memimpin Bank Jakarta. Salah satunya melalui penghargaan kepemimpinan dan korporasi nasional.
Dalam ajang TOP BUMD Awards 2026, Agus Haryoto Widodo dinobatkan sebagai salah satu pemimpin BUMD terbaik atas komitmennya dalam mempercepat transformasi perusahaan.
Sementara itu, Agus juga meraih penghargaan CEO Terbaik 2025 dari Majalah Infobank, yang diberikan atas kinerjanya dalam memperkuat performa perusahaan di tengah perubahan lanskap industri perbankan, khususnya akibat perkembangan teknologi dan digitalisasi.
Bank Jakarta juga meraih predikat Bintang 5 dalam penilaian TOP BUMD Awards selama periode kepemimpinannya.
Capaian tersebut dinilai menunjukkan adanya konsistensi dalam penguatan kinerja dan tata kelola sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD).
Di bawah kepemimpinannya, Bank Jakarta mengembangkan empat pilar utama transformasi, yakni transformasi bisnis melalui penetrasi ekosistem Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, transformasi teknologi digital, penguatan manajemen risiko termasuk risiko siber melalui kerja sama dengan BSSN, serta transformasi budaya kerja.
Dorong Digitalisasi dan Inklusi Keuangan
Transformasi tersebut juga terlihat dari upaya Bank Jakarta dalam mendorong transaksi nontunai di berbagai sektor masyarakat.
Salah satunya melalui peningkatan penggunaan QRIS yang disebut mencapai hampir 47 persen di 20 pasar tradisional di Jakarta. Program tersebut dinilai dapat mendorong pelaku UMKM dan pedagang pasar untuk semakin mengenal serta memanfaatkan sistem pembayaran digital dan layanan keuangan formal.
Selain itu, Bank Jakarta juga menghadirkan identitas digital baru atau new digital face melalui pembaruan situs web resmi yang lebih berorientasi kepada kebutuhan nasabah (customer-centric).
Peluncuran Kartu Debit Visa Bank Jakarta juga menjadi bagian dari ekspansi layanan untuk memperluas akses dan jaringan transaksi bagi nasabah.
Joko menilai berbagai inovasi tersebut harus terus dikembangkan agar transformasi digital Bank Jakarta benar-benar memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
KAMAKSI Dorong Penguatan GCG
Meski memberikan apresiasi, KAMAKSI mengingatkan bahwa peningkatan kinerja dan ekspansi bisnis harus berjalan beriringan dengan penguatan Good Corporate Governance (GCG).
Menurut Joko, tata kelola yang baik menjadi faktor penting untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus mencegah potensi fraud, penyimpangan, maupun penyalahgunaan kewenangan.
“Apresiasi tentu penting, tetapi pengawasan dan kritik yang konstruktif juga tetap dibutuhkan. Justru dengan kritik dan masukan dari masyarakat, Bank Jakarta dapat terus melakukan pembenahan dan meningkatkan kualitas pelayanan serta tata kelolanya,” tegas Joko.
KAMAKSI berharap Bank Jakarta dapat mempertahankan momentum transformasi dengan tetap mengedepankan transparansi, akuntabilitas, profesionalisme, dan integritas.
Dengan demikian, keberadaan Bank Jakarta tidak hanya mampu mencatatkan prestasi di tingkat nasional, tetapi juga semakin kuat dalam menjalankan perannya sebagai instrumen pembangunan ekonomi daerah dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Jakarta. Rill/Red

0Komentar