Jakarta, detikline.com -Ratusan anggota Federasi Serikat Pekerja Pegawai (FSPP), Serikat Pekerja KAIS (SP KAIS), serta insan KAIS Park and Ride memadati kawasan Stasiun Pasarsenen, Jakarta, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI, Selasa (29/9/2026).
Kegiatan tersebut dikemas dalam bentuk apel bersama yang sekaligus dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW.
Suasana berlangsung khidmat dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam kegiatan tersebut, para pekerja menyampaikan doa bersama untuk kemajuan PT Kereta Api Indonesia (Persero), sekaligus melakukan refleksi terhadap perjalanan panjang perkeretaapian nasional di Indonesia.
Momentum HUT ke-81 KAI juga menjadi pengingat atas sejarah perjuangan para pekerja pendahulu yang turut membidani dan memperjuangkan perkembangan perkeretaapian Indonesia hingga menjadi salah satu moda transportasi publik yang modern dan strategis.
Para pekerja juga mengingat kembali berbagai proses penertiban dan transformasi yang telah dilakukan sehingga KAI mampu berkembang menjadi perusahaan transportasi publik yang memiliki peran penting dalam melayani mobilitas masyarakat.
Dalam orasi dan pernyataannya, FSPP dan SP KAIS menyampaikan sejumlah sikap terkait masa depan perkeretaapian nasional.
Dukung Integrasi, Tolak Akuisisi
Para pekerja menyatakan mendukung langkah-langkah integrasi antarmoda transportasi yang bertujuan meningkatkan efisiensi serta kualitas pelayanan publik.
Namun, mereka menegaskan penolakan terhadap bentuk akuisisi yang dinilai berpotensi mengurangi eksistensi maupun peran inti KAI sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di bidang transportasi perkeretaapian.
Tolak Joint Operation yang Tidak Sesuai Prinsip GCG
Selain itu, FSPP dan SP KAIS menyatakan menolak skema Joint Operation (JO) yang menurut mereka harus memenuhi prinsip Good Corporate Governance (GCG).
Sikap tersebut disampaikan sebagai bagian dari upaya menjaga transparansi, akuntabilitas, kepastian pengelolaan, serta perlindungan terhadap aset negara dan keberlanjutan usaha BUMN.
Pelayanan Publik Harus Tetap Dikelola BUMN
Para pekerja juga menegaskan bahwa pelayanan publik atau Public Service Obligation (PSO) di sektor perkeretaapian harus tetap mendapatkan peran utama dari BUMN.
Menurut mereka, pengelolaan transportasi publik merupakan salah satu bentuk kehadiran negara dalam memberikan layanan transportasi yang aman, terjangkau, berkualitas, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.
Melalui momentum HUT ke-81 KAI, para pekerja berharap keberadaan dan peran KAI sebagai BUMN strategis tetap terjaga serta mampu terus berkembang dalam menghadapi tantangan transportasi nasional.
Kegiatan kemudian ditutup dengan doa bersama. Para peserta memanjatkan doa untuk keberkahan, keselamatan, serta kemajuan PT Kereta Api Indonesia (Persero) agar terus menjadi kebanggaan bangsa dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Redaksi: CiLiNda, S.I.Kom


0Komentar