GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Desa Salino, Ustadz Muhammad Hilman Puadiy, Lc Sampaikan Tausiah

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Kotabaru, Detikline.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah dilaksanakan dengan penuh khidmat dan tawadhu di Masjid Darussalam, Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Sabtu (12/9/2026).

Kegiatan diawali dengan pembacaan syair-syair Maulid Habsy yang dibawakan anak-anak Pondok Pesantren (Ponpes) As'adiyah Ahsanu Amala Salino. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an oleh Muhammad Ardian, salah seorang santri Ponpes As'adiyah Ahsanu Amala Salino.

Usai pembacaan ayat suci Al-Qur'an, acara dilanjutkan dengan sambutan Ketua Panitia Penyelenggara Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah sekaligus Ketua Masjid Darussalam Desa Salino, Akhmad Hamdan.

Dalam sambutannya, Akhmad Hamdan menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh jamaah yang telah hadir untuk bersama-sama memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk mengikuti tausiah dengan tenang dan penuh perhatian agar dapat mengambil hikmah, pelajaran, serta meneladani akhlak yang dicontohkan Rasulullah SAW.

"Terima kasih kepada seluruh jamaah yang hadir dalam memperingati Maulid Nabi Muhammad SAW. Nantinya akan disampaikan uraian oleh Ustadz Muhammad Hilman Puadiy, Lc. Mari kita duduk dengan tenang dan mendengarkan, agar kita semua dapat mengambil hikmah, pelajaran, serta contoh yang ada pada diri Rasulullah SAW,” ujar Akhmad Hamdan.

Adapun tema yang diangkat dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H tersebut adalah “Kita Tingkatkan Cinta, Teladani Akhlak dan Amalkan Sunnah Rasulullah SAW dalam Kehidupan Sehari-hari.”

Dalam tausiahnya, Ustadz Muhammad Hilman Puadiy, Lc menyampaikan pentingnya meningkatkan kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW dengan memperbanyak shalawat serta menjalankan ajaran yang telah disampaikan Rasulullah SAW.

Ia juga mengingatkan umat Islam untuk senantiasa melaksanakan salat lima waktu serta menjaga lisan dari perkataan yang dilarang oleh Allah SWT.

Selain itu, menjaga silaturahmi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan seorang Muslim sebagai bentuk kecintaan dan keteladanan terhadap Rasulullah SAW.

Menurutnya, kecintaan kepada Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya diucapkan, tetapi harus dibuktikan dengan mengamalkan sunnah serta meneladani akhlak dan perilaku Rasulullah SAW sebagaimana yang telah diajarkan dalam hadis.

“Bukti nyata kecintaan kita kepada Nabi Muhammad SAW adalah dengan selalu menjaga dan meneladani suri teladan yang telah dicontohkan oleh Rasulullah SAW,” ujarnya dalam tausiah.

Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Hilman Puadiy, Lc mengatakan bahwa kehadiran umat Islam dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW merupakan salah satu bentuk kecintaan kepada Rasulullah SAW.

Ia mengajak seluruh jamaah untuk tidak hanya memperingati kelahiran Rasulullah SAW, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai ajaran yang disampaikan dalam kehidupan sehari-hari.

“Mudah-mudahan dengan berkumpul dan mengikuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini, kita mendapatkan rahmat dan keberkahan dari Allah SWT. Mari kita amalkan apa yang telah dianjurkan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

Di akhir tausiah, Ustadz Muhammad Hilman Puadiy, Lc mengajak seluruh jamaah untuk bersama-sama menadahkan tangan dan memanjatkan doa kepada Allah SWT agar seluruh hajat dan harapan yang baik dapat dikabulkan.

Sementara itu, peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Masjid Darussalam Desa Salino juga dimeriahkan dengan pembagian buah tangan atau oleh-oleh kepada jamaah.

Panitia menyiapkan sebanyak 5.117 buah bendera dengan berbagai variasi. Setiap bendera dilengkapi dengan satu butir telur dan sejumlah buah tangan, di antaranya sajadah, sarung, handuk besar dan kecil, serta berbagai hadiah lainnya.

Tradisi tersebut dilaksanakan setiap tahun sebagai bentuk rasa syukur dan kecintaan masyarakat Desa Salino kepada junjungan Nabi Muhammad SAW. Perayaan Maulid pun dibuat semeriah mungkin dengan tetap mengedepankan nilai-nilai keagamaan dan kebersamaan. Rill/Red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner