Kotabaru, detikline.com — Ritual Aruh atau Bawanang merupakan salah satu tradisi adat masyarakat Dayak sebagai ungkapan rasa syukur kepada Sanghiyang atau Yang Maha Kuasa serta penghormatan kepada leluhur dan arwah Datuk Nenek Moyang.
Tradisi tersebut dilaksanakan sebagai bentuk rasa syukur karena selama proses bercocok tanam padi, mulai dari pembukaan lahan, penanaman, hingga masa panen, masyarakat diberikan keselamatan dan terhindar dari berbagai gangguan, baik penyakit maupun hama, sehingga hasil panen dapat dinikmati bersama keluarga dan masyarakat.
Pelaksanaan ritual Bawanang berlangsung selama enam hari. Pada hari terakhir, ritual dilaksanakan sejak pagi hingga siang hari dengan diiringi prosesi bamamang atau pembacaan doa-doa adat.
Pada prosesi terakhir tersebut, Ketua Adat Agil bersama dua orang tokoh adat melaksanakan batandik sambil mengelilingi ancak. Dalam prosesi tersebut, terkadang sejumlah masyarakat lainnya turut mengikuti.
Seluruh sesajen, termasuk hasil panen dan berbagai persembahan kepada leluhur, kemudian ditempatkan dalam prosesi adat.
Empat batang bambu yang berisi ketan yang telah dimasak ditancapkan sebagai bagian dari perlengkapan ritual. Dua orang memegang bagian atas bambu tersebut, sementara kain putih dibentangkan di atasnya.
Seluruh keluarga kemudian berkumpul mengelilingi tempat sesajen dengan menyalakan lilin. Prosesi tersebut menjadi salah satu rangkaian penting dalam penutupan ritual Aruh/Bawanang.
Penghulu Adat Mintat menjelaskan kepada Detikline.com bahwa kain putih yang dibentangkan dalam prosesi tersebut memiliki makna tersendiri. Menurutnya, prosesi tersebut berkaitan dengan hasil padi yang telah dipanen dan diproses hingga menjadi beras.
"Ditutupnya kain putih itu merupakan bagian dari prosesi adat yang berkaitan dengan hasil padi yang sudah dipanen hingga menjadi beras. Dalam prosesi tersebut juga dilaksanakan pembacaan doa sesuai dengan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun," jelas Mintat. Sabtu (29/08/2026).
Ia mengatakan, pelaksanaan Bawanang merupakan bentuk ungkapan syukur karena seluruh proses bercocok tanam padi dapat dilalui dengan baik. Tidak hanya hasil panen yang menjadi perhatian, keselamatan seluruh masyarakat juga menjadi bagian penting dalam ungkapan syukur tersebut.
"Selama melaksanakan tanam padi tidak ada gangguan penyakit maupun hama, padi tumbuh dengan baik hingga panen. Kita sebagai manusia juga diberikan keselamatan, tidak ada yang meninggal. Karena itu dilangsungkan acara seperti ini," ungkapnya.
Menurut Mintat, rasa syukur tersebut kemudian disampaikan kepada Sanghiyang melalui doa. Masyarakat mengucapkan syukur atas keselamatan dan hasil panen yang telah diberikan.
"Doa ini dalam artian, hasil yang didapat sesuai dengan janji sebelumnya. Sejak pembukaan lahan, menanam padi, padi tumbuh hingga sampai panen, apabila semuanya berjalan dengan baik, maka acara Bawanang dilaksanakan sesuai dengan niat dan janji yang sebelumnya sudah ditanamkan dalam hati," ucap Mintat selaku Penghulu Adat.
Ritual Aruh/Bawanang tersebut secara khusus dilaksanakan oleh masyarakat Dayak yang tinggal di Dusun Lipun, Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.
Setelah seluruh rangkaian Bawanang selesai, berbagai makanan dan hasil olahan panen yang telah disiapkan, seperti lamang, ketan, serta beras, kemudian dibagikan kepada keluarga dan para tamu yang hadir dalam ritual.
Pembagian tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan dan ungkapan syukur masyarakat setelah seluruh rangkaian ritual adat selesai dilaksanakan. Ritual Aruh/Bawanang sendiri dilaksanakan di Balai Adat Sriajang, Dusun Lipun, Desa Bangkalaan Dayak, Kecamatan Kelumpang Hulu, Kabupaten Kotabaru.
Tradisi Bawanang secara turun-temurun terus dipertahankan oleh masyarakat Dayak setiap selesai panen. Tradisi tersebut telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak zaman Datuk Nenek Moyang hingga sekarang.
Bagi masyarakat setempat, janji atau niat yang telah diikrarkan sebelum pelaksanaan proses bercocok tanam harus dipenuhi apabila hasil dan keselamatan yang diharapkan telah diberikan. Rill/Run



0Komentar