![]() |
| Mahasiswa Universitas Yatsi Madani bersama Dosen Pengampu Ns. M. Martono Diel, S.Kep., M.Kep., dan narasumber Naela Veriska Wahyu Pramanesty |
Jakarta, detikline.com – Mahasiswi Universitas Yatsi Madani, Tangerang Kota, Naela Veriska Wahyu Pramesty menjadi narasumber dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertema dengan tema "Pencegahan Perilaku Seks Bebas Melalui Edukasi Kesehatan Reproduksi di Panti Bina Remaja" yang diselenggarakan di UPT Panti Sosial Bina Remaja Taruna Jaya 2, Dinas Sosial Provinsi DKI Jakarta, beralamat di Jln. Amd. Babakan Pocis, Bakti Jaya, Kec. Setu, Kota Tangerang Selatan, Banten. Kamis (09/07/2026).
Kegiatan tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Ns. M. Martono Diel, S.Kep., M.Kep. selaku dosen pengampu. Selain Naela Veriska Wahyu Pramesty sebagai narasumber utama, kegiatan edukasi juga didukung oleh tim mahasiswa yang terdiri dari Anis Septiani Salsabila, Silvia Sapitri, Deswita Amelia, Atikah Asriani Putri Sepriansyah, Putri Elya Nasita, dan Dzatul Muammar Salim Alfurqon.
Edukasi mengenai kesehatan reproduksi dinilai menjadi salah satu langkah penting dalam mencegah perilaku seksual berisiko di kalangan remaja.
Kurangnya pemahaman yang benar, ditambah pengaruh lingkungan dan perkembangan teknologi digital, menjadi tantangan yang perlu dihadapi bersama oleh keluarga, sekolah, dan masyarakat.
Naela Veriska Wahyu Pramesty, dalam pemaparannya menyampaikan pentingnya kesehatan reproduksi sebagai bekal bagi remaja untuk mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.
Menurut Naela, masa remaja merupakan fase yang penuh perubahan, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial. Tanpa edukasi yang memadai, remaja lebih rentan terpengaruh oleh rasa ingin tahu, tekanan pergaulan, serta paparan konten digital yang dapat mendorong munculnya perilaku berisiko.
Bahwa perilaku seksual berisiko dapat berdampak pada kesehatan fisik maupun psikologis, seperti kehamilan yang tidak direncanakan, infeksi menular seksual (IMS), hingga terganggunya kesehatan mental, prestasi belajar, dan kehidupan sosial remaja," pungkas Naela.
Naela menekankan bahwa pemahaman mengenai kesehatan reproduksi bukan hanya sebatas mengenal fungsi organ reproduksi, tetapi juga membangun sikap bertanggung jawab dalam menjaga kesehatan diri dan menghindari keputusan yang dapat merugikan masa depan.
Lebih lanjut, ia mengajak para remaja untuk membangun pergaulan yang positif, menjaga komunikasi yang terbuka dengan orang tua maupun guru, menjauhi penyalahgunaan narkoba dan alkohol, serta menerapkan pola hidup sehat sebagai bagian dari upaya menjaga kesehatan reproduksi.
"Upaya pencegahan tidak bisa dilakukan oleh remaja sendiri. Dukungan keluarga, sekolah, tenaga kesehatan, dan lingkungan memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, cerdas, dan bertanggung jawab," ujar Naela, dalam paparannya.
Ia berharap edukasi kesehatan reproduksi dapat terus diperkuat sehingga para remaja memiliki pengetahuan yang benar, mampu melindungi diri dari berbagai risiko, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik. Rill/Lk


.jpeg)
0Komentar