Kotabaru, detikline.com – Grand Final Teluk Aru Cup 2026 yang mempertemukan Persitara melawan Persekam Kerayaan berlangsung meriah di Lapangan Sepak Bola Ismail Teluk Aru, Kecamatan Pulau Laut Kepulauan, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, Minggu (12/7/2026).
Lebih dari 10 ribu penonton memadati lokasi pertandingan untuk menyaksikan laga puncak turnamen tersebut.
Pertandingan dipimpin oleh wasit Aprianto Windo Antor dengan asisten wasit I Hamdi dan asisten wasit II Nur Abdul Rozaq, yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Kotabaru.
Grand Final Teluk Aru Cup 2026 turut dihadiri Bupati Kotabaru H. Muhammad Rusli, S.Sos., yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Khairul Pajri.
Hadir pula Kepala Badan Kesbangpol Johanuddin, S.Pd., M.M., Kepala BKD Sony Tuah Holomoan, Wakil Ketua I DPRD Kotabaru Awaludin, S.Hut., Wakil Ketua II DPRD M. Chairil Anwar, Ketua Komisi II DPRD Abu Suwandi, anggota DPRD Harmono, M. Lutfi, serta sejumlah anggota DPRD Kabupaten Kotabaru lainnya.
Turut hadir Ketua KONI Kabupaten Kotabaru yang juga menjabat Wakil Ketua I DPRD Awaludin, unsur Forkopimda dan SKPD Kabupaten Kotabaru, Camat Hampang, Camat Pulau Laut Selatan, Camat Pulau Laut Kepulauan, Camat Pulau Laut Tanjung Selayar, beserta para sekretaris kecamatan dan kepala seksi. Camat Pulau Laut Barat diwakili oleh Sekretaris Kecamatan, demikian pula Camat Pulau Sembilan.
Selain itu, seluruh kepala desa dari enam kecamatan, yakni Pulau Laut Selatan, Pulau Laut Kepulauan, Pulau Laut Tanjung Selayar, Pulau Laut Barat, Pulau Sembilan, dan Hampang turut menghadiri pertandingan. Hadir pula Kapolsek Pulau Laut Selatan beserta jajaran, anggota Koramil Pulau Laut Selatan, Ketua Adat Mallasuang Manu H. Ismail, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta ribuan masyarakat yang memadati arena pertandingan.
Sejak peluit kick-off dibunyikan, kedua tim langsung menampilkan permainan menyerang. Jalannya pertandingan berlangsung sengit dengan beberapa kali terjadi benturan fisik antarpemain, namun laga tetap berlanjut.
Sekitar menit ke-15 babak pertama, Persitara berhasil membuka keunggulan melalui gol dari penyerang mereka sehingga skor berubah menjadi 1-0.
Memasuki pertengahan babak pertama, salah seorang pemain Persekam Kerayaan dijatuhkan di dalam kotak penalti saat berebut bola. Wasit kemudian menunjuk titik putih sebagai tanda pelanggaran.
Eksekusi penalti pertama berhasil ditepis oleh penjaga gawang Persitara. Namun bola muntah kembali disambar pemain Persekam dan berhasil masuk ke gawang.
Gol tersebut sempat memicu protes keras dari para pemain Persitara. Akibatnya, wasit menghentikan pertandingan sementara untuk melakukan pembahasan bersama perangkat pertandingan.
Situasi di lapangan sempat memanas dan membuat para penonton menunggu dengan penuh ketegangan. Aparat keamanan dari kepolisian dan TNI kemudian turun tangan untuk menenangkan pemain maupun penonton agar tetap menjaga situasi tetap kondusif sembari menunggu keputusan resmi wasit.
Setelah melalui pembahasan yang cukup panjang, perangkat pertandingan akhirnya memutuskan bahwa gol Persekam Kerayaan dinyatakan sah sehingga skor berubah menjadi imbang 1-1.
Meski demikian, keputusan tersebut kembali memicu penolakan dari kedua kubu. Baik Persitara maupun Persekam Kerayaan sama-sama menyampaikan keberatan atas hasil keputusan yang diambil.
Melihat situasi yang semakin tidak kondusif dan demi menjaga keamanan seluruh pihak, pertandingan akhirnya dihentikan dan tidak dapat dilanjutkan.
Berdasarkan hasil musyawarah panitia bersama pihak terkait, Grand Final Teluk Aru Cup 2026 ditutup dengan penetapan Persitara dan Persekam Kerayaan sebagai Juara Bersama. Rill/Run

.jpeg)


0Komentar