Bekasi, detikline.comKoperasi Cipta Sejahtera (KOCIS) kembali menggelar pertemuan rutin bulanan anggota pada Ahad (7/6/2026) di kediaman Latifah (Usman), Jalan Arjuna RT 04 RW 06, Kavling Mekar Jaya, Kelurahan Harapan Mulya, Kecamatan Medan Satria, Kota Bekasi.

Kegiatan yang dihadiri puluhan anggota dari tujuh RT di lingkungan RW 06 tersebut dipandu oleh Sekretaris KOCIS, Rosihan Farid, dan diawali dengan pembacaan Ummul Qur'an, Surah Al-Fatihah. Tuan rumah, Usman, dalam sambutannya menyampaikan ucapan selamat datang dan apresiasi atas kehadiran seluruh anggota.

Pada kesempatan itu, Bendahara KOCIS H. Sukamto memaparkan laporan keuangan koperasi. Hingga Mei 2026, pendapatan dari sektor pembiayaan tercatat mencapai Rp12.706.894, menunjukkan kinerja koperasi yang terus berkembang dan mendapat kepercayaan dari anggota.

Ketua KOCIS H. Sariyono menyampaikan terima kasih kepada seluruh anggota atas partisipasi aktif yang selama ini menjadi kekuatan utama koperasi.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga anggota yang baru saja kehilangan orang-orang tercinta serta mengajak seluruh hadirin mendoakan kesehatan dan keberkahan bagi seluruh anggota.

Memasuki Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, KOCIS kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan program santunan anak yatim sebesar Rp500.000. Program tersebut menjadi salah satu bentuk kepedulian sosial yang secara konsisten dijalankan koperasi.

Dalam laporannya, H. Sariyono menyebutkan bahwa hingga Mei 2026, fasilitas kredit motor yang disalurkan KOCIS telah mencapai 24 unit. Selain itu, koperasi juga menyediakan pembiayaan barang elektronik seperti kulkas, mesin cuci, dan laptop, serta layanan pinjaman tunai guna memenuhi kebutuhan anggota.

"Saat ini jumlah anggota aktif KOCIS mencapai 109 orang yang seluruhnya berasal dari warga RW 06 Kelurahan Harapan Mulya, mulai dari RT 01 hingga RT 07," ujarnya.

Ketua KOCIS juga mengajak seluruh anggota untuk terus memberikan masukan, saran, dan kritik yang membangun demi kemajuan koperasi di masa mendatang.

Sementara itu, Pembina KOCIS Suwardi mengapresiasi tingkat kehadiran anggota yang konsisten berada pada kisaran 80 hingga 85 persen setiap bulan. Menurutnya, angka tersebut mencerminkan tingginya rasa memiliki anggota terhadap koperasi.

Ia menilai pelaksanaan pertemuan pada siang hari turut mendukung tingginya tingkat partisipasi, terutama bagi kalangan ibu rumah tangga. Suwardi juga mengajak anggota untuk mengajak keluarga maupun tetangga di lingkungan RW 06 agar bergabung dan merasakan manfaat keanggotaan KOCIS.

Pada sesi diskusi, H. Samsuri mengusulkan peningkatan dana sosial kedukaan menjadi Rp500.000. Menanggapi usulan tersebut, Ketua KOCIS menjelaskan bahwa dana sosial kedukaan sebelumnya telah dinaikkan dari Rp300.000 menjadi Rp400.000, sedangkan dana sosial rawat inap meningkat dari Rp150.000 menjadi Rp200.000.

Usulan tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam forum Rapat Anggota Tahunan (RAT). Pengurus juga mengingatkan seluruh anggota agar segera melaporkan apabila ada anggota keluarga yang menjalani perawatan di rumah sakit sehingga bantuan sosial dan kunjungan dapat segera dilakukan.

Dalam forum yang sama, Parmadi mengusulkan pembentukan kotak infaq sukarela sebagai tambahan sumber dana sosial. 

Namun setelah dimusyawarahkan bersama, anggota dan pengurus sepakat bahwa usulan tersebut belum diperlukan karena dana sosial telah dianggarkan dari hasil operasional koperasi yang dinilai sehat dan mencukupi.

Pertemuan kemudian ditutup dengan tausiah yang disampaikan Ustadz H. Heri Mulyadi bertema "Bersyukur kepada Allah". 

Dalam ceramahnya, ia mengajak seluruh anggota merenungkan pentingnya mengambil pelajaran dari peristiwa kehidupan, termasuk kematian yang dialami beberapa anggota keluarga besar KOCIS dalam waktu berdekatan.

"Kematian saudara kita menjadi pelajaran penting, karena hanya orang-orang yang cerdas yang mampu mengambil ibrah dari sebuah kematian," ujar Ustadz H. Heri Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa Rasulullah SAW menyebut orang mukmin terbaik adalah mereka yang memiliki akhlak mulia, sedangkan orang mukmin yang paling cerdas adalah mereka yang senantiasa mengingat kematian dan mempersiapkan diri dengan amal saleh, taubat, serta memperbaiki hubungan dengan sesama.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk memohon kesehatan, keberkahan, serta keteguhan iman bagi seluruh anggota KOCIS dan keluarga. Rill/Red

Reaksi: