Jakarta, detikline.com - Calon Gubernur DKI Jakarta periode 2029–2034, Heikal Safar, melontarkan pernyataan tegas terkait dinamika politik yang kerap diwarnai polarisasi. Ia menilai, cara pandang yang menjadikan lawan politik sebagai musuh harus segera ditinggalkan.

“Lawan politik bukan untuk dimusuhi, tetapi untuk menantang kita menjadi lebih baik. Demokrasi tidak dibangun dari kebencian, melainkan dari gagasan dan keberanian untuk berubah,” tegas Heikal, dalam keterangan tertulis. Selasa (07/04).

Dalam pandangannya, politik tidak boleh hanya menjadi alat perebutan kekuasaan, tetapi harus menjadi instrumen perjuangan kepentingan rakyat tanpa memandang golongan, latar belakang, maupun status sosial.

Heikal menekankan bahwa Jakarta membutuhkan sistem kepemimpinan yang berani keluar dari sekat-sekat lama. Ia mendorong lahirnya kebijakan yang inklusif, adil, dan berpihak pada seluruh warga.

“Perbedaan suku, ras, budaya, dan keyakinan bukan alasan untuk terpecah. Justru di situlah kekuatan kita. Jika dikelola dengan benar, keberagaman akan melahirkan kecerdasan kolektif yang kuat dan tidak terbatas,” ujarnya.

Ia juga menyoroti pentingnya membangun kesadaran bersama bahwa perubahan tidak akan terjadi tanpa persatuan yang solid.

“Kita harus berhenti berjalan sendiri-sendiri. Sudah saatnya semua elemen bangsa bergerak beriringan, satu arah, satu tujuan: perubahan yang nyata, bukan sekadar janji,” lanjutnya.

Dengan gaya kepemimpinan yang tegas dan berorientasi solusi, Heikal Safar menyatakan siap membawa Jakarta menuju era baru lebih inklusif, lebih berkeadilan, dan lebih berani mengambil langkah perubahan.

Profil Singkat Heikal Safar

Heikal Safar merupakan figur muda yang dikenal vokal dalam isu sosial dan pembangunan masyarakat. Ia memiliki rekam jejak aktif dalam berbagai gerakan yang mendorong keadilan sosial, transparansi, serta partisipasi publik dalam pemerintahan.

Dengan pendekatan progresif dan kolaboratif, Heikal menempatkan rakyat sebagai pusat kebijakan. Fokus utamanya meliputi peningkatan kualitas pendidikan, pemerataan kesejahteraan, serta penguatan persatuan di tengah keberagaman Jakarta.

Komitmennya jelas: membangun Jakarta bukan untuk segelintir golongan, tetapi untuk seluruh warganya, tanpa kecuali. Rill/Lk

Reaksi: