GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Pakar Ekonomi Donny Susilo: Konflik AS–Iran Bisa Picu Lonjakan Harga Minyak dan Tekan Ekonomi Indonesia

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Konflik geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai berpotensi memberikan dampak terhadap stabilitas ekonomi Indonesia, terutama melalui kenaikan harga energi global.

Pakar ekonomi Donny Susilo, MBA, mengatakan eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat menjadi faktor eksternal yang signifikan bagi perekonomian Indonesia, khususnya karena Indonesia masih memiliki ketergantungan terhadap impor minyak.

Menurut Donny, dampak utama dari konflik tersebut bukan hanya pada gangguan pasokan energi secara langsung, melainkan pada lonjakan harga minyak dunia yang berpotensi memicu tekanan ekonomi domestik.

“Sebagai negara yang masih bergantung pada impor minyak, Indonesia lebih rentan terhadap lonjakan harga energi global. Kenaikan harga minyak dapat mendorong inflasi, menekan daya beli masyarakat, serta mempersempit ruang fiskal pemerintah akibat meningkatnya beban subsidi energi,” ujarnya. Sabtu (14/03).

Ia juga menilai ketidakpastian geopolitik di kawasan Timur Tengah dapat memicu volatilitas di pasar keuangan global yang berdampak pada nilai tukar rupiah.

“Ketegangan geopolitik biasanya memicu gejolak di pasar keuangan global. Hal ini bisa menekan nilai tukar rupiah serta berpotensi menahan laju pertumbuhan ekonomi nasional,” jelasnya.

Lebih lanjut, Donny menyoroti kondisi ketahanan energi Indonesia yang dinilai masih berada dalam situasi stabil dalam jangka pendek, namun memiliki kerentanan struktural dalam jangka menengah.

Menurutnya, pasokan energi nasional saat ini relatif masih terjaga berkat diversifikasi sumber impor serta adanya kapasitas produksi domestik. Namun, keterbatasan cadangan energi strategis membuat kemampuan Indonesia menghadapi krisis energi jangka panjang belum sepenuhnya kuat.

“Cadangan energi strategis Indonesia masih terbatas. Jika terjadi krisis energi global yang berkepanjangan, kemampuan kita untuk bertahan dalam jangka panjang masih perlu diperkuat,” katanya.

Karena itu, Donny menekankan pentingnya percepatan kebijakan diversifikasi energi serta penguatan infrastruktur energi nasional.

“Pemerintah perlu mempercepat diversifikasi sumber energi, memperkuat infrastruktur penyimpanan energi, serta mendorong transisi menuju energi yang lebih berkelanjutan. Konflik geopolitik di Timur Tengah seharusnya menjadi pengingat bahwa ketahanan energi adalah bagian penting dari ketahanan ekonomi nasional,” pungkasnya.

Ia menambahkan, situasi global saat ini menjadi ujian bagi kesiapan Indonesia dalam menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memperkuat sistem ketahanan energi di tengah dinamika geopolitik dunia. Rill/Lala

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner