Pangkep, detikline.com - Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi mengungkapkan lokasi pencarian korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, memiliki kondisi medan yang sangat ekstrem.
Lokasi jatuhnya pesawat berada di kaki Gunung Bulusaraung, kawasan dengan kontur terjal dan cuaca yang kerap berubah.
“Saya melihat kondisi wilayah di sini memang cukup ekstrem, ditambah faktor cuaca. Kami sangat berharap teman-teman di lapangan dapat bekerja dengan optimal sambil tetap mengutamakan keselamatan,” ujar Dudy saat meninjau posko SAR di Tompo Bulu, Senin (19/1), dalam keterangan tertulis.
Menhub menjelaskan, pemeriksaan kabin dan bagian pesawat akan menjadi tugas Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) sebagai bagian dari survei serta investigasi awal penyebab kecelakaan.
“Saat ini fokus utama adalah pencarian dan penyelamatan korban yang dikoordinasikan oleh Basarnas, sekaligus menemukan bagian-bagian pesawat,” katanya.
Sementara itu, Kepala Basarnas RI Marsekal Madya TNI Muh Syafii menyebut sebanyak 1.200 personel SAR gabungan dikerahkan dalam operasi pencarian dan evakuasi pesawat ATR 42-500 tersebut.
“Hambatan utama yang kita hadapi adalah cuaca dan kondisi medan. Oleh karena itu, operasi dengan lebih dari 1.200 personel ini difokuskan untuk menemukan serta mengevakuasi para korban,” ujar Syafii.
Ia menambahkan, seluruh unsur SAR gabungan bersama TNI dan Polri masih terus berupaya melakukan pencarian di kawasan Gunung Bulusaraung.
“Dalam masa golden time, kami tetap berharap ada keajaiban. Kepastian memang milik Tuhan, namun selama proses pencarian masih memungkinkan, kami akan terus berupaya,” ungkapnya.
Syafii juga menyampaikan, tim SAR telah menemukan sejumlah bagian pesawat ATR 42-500. Selanjutnya, bagian-bagian tersebut akan diperiksa oleh KNKT untuk mengetahui fungsinya.
“Kami tetap memprioritaskan pencarian korban. Di lapangan sudah ditemukan korban, namun karena cuaca dan medan, evakuasi belum bisa langsung dilakukan ke rumah sakit rujukan tim DVI Polri,” jelasnya.
Pencarian dilakukan melalui jalur darat dan udara. Basarnas mengerahkan helikopter Caracal milik TNI AU, mengingat jarak lokasi pencarian relatif dekat dari bandara.
“Namun cuaca membuat pengoperasian pesawat tidak maksimal. Saat ini kita juga memanfaatkan pesawat Boeing untuk air surveillance, kemudian dilanjutkan dengan helikopter guna menurunkan rescuer yang memiliki kemampuan khusus,” katanya.
Pesawat ATR 42-500 dengan registrasi PK-THT yang dioperasikan Indonesia Air Transport (IAT) dilaporkan hilang kontak saat terbang dari Yogyakarta menuju Makassar pada Sabtu (17/1).
Pesawat tersebut diketahui jatuh di puncak Gunung Bulusaraung, Desa Tompo Bulu, Kecamatan Ballocci, Kabupaten Pangkep. Lokasi kejadian berjarak sekitar 26,49 kilometer dari Bandara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar, dan relatif dekat dengan posko Basarnas terdekat.
Hingga pukul 14.20 WITA, Tim SAR Gabungan telah menemukan dua korban.
“Hari ini korban kedua ditemukan sekitar pukul 14.20 WITA,” ujar Syafii di Kantor Basarnas Makassar. Rill/Red
0Komentar