Aceh Timur, detikline.com - Dua bulan pascabanjir bandang melanda Aceh Timur, pemerhati sosial setempat Dedi Saputra, SH, meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur melalui Dinas Perdagangan, Koperasi, dan Usaha Kecil Menengah (Disperindagkop UKM) segera membuka program bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM dan pedagang yang terdampak bencana.
Permintaan tersebut disampaikan menyusul banyaknya keluhan pedagang yang hingga kini belum menerima bantuan modal untuk memulai kembali aktivitas usaha mereka.
“Banyak pedagang yang mengadu kepada kami. Hingga saat ini belum ada bantuan modal usaha, padahal mereka harus memulai kembali dari nol,” ujar Dedi Saputra, Minggu (18/1/2026).
Salah satu keluhan datang dari pedagang kelontong di Kota Idi. Akibat banjir besar yang melanda Kecamatan Idi Rayeuk, pedagang tersebut mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.
“Saat banjir besar melanda Aceh Timur, khususnya Idi Rayeuk, saya hanya sempat menyelamatkan beberapa sak beras. Barang dagangan lainnya hancur. Kerugian mencapai sekitar Rp50 juta,” ujar Reja, salah seorang pedagang kelontong.
Ia berharap pemerintah daerah dapat membantu para pedagang terdampak, baik pedagang kelontong, pupuk, pakaian, maupun usaha kecil lainnya, melalui program bantuan modal usaha agar roda perekonomian kembali bergerak.
“Kami berharap Pemerintah Aceh Timur dapat membantu para pedagang dengan bantuan modal usaha,” pungkasnya.
Dalam kesempatan yang sama, Dedi Saputra juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Aceh Timur, Iskandar Usman Al-Farlaky, yang telah mengajukan permohonan penangguhan sementara pembayaran kredit bagi masyarakat korban banjir.
Permohonan tersebut disampaikan melalui surat resmi Pemerintah Kabupaten Aceh Timur yang ditujukan kepada perbankan, perusahaan leasing, serta lembaga keuangan lainnya. Surat bernomor 581/237 tersebut ditandatangani pada 14 Januari 2026.
Kebijakan itu diambil menyusul banyaknya aspirasi masyarakat yang disampaikan langsung kepada bupati saat turun ke lapangan pascabanjir. Rill/Wen

0Komentar