GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Banjir Meluas, Pemprov DKI Perpanjang Modifikasi Cuaca hingga 27 Januari

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta memperpanjang Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) hingga 27 Januari 2026 di tengah meluasnya banjir akibat cuaca ekstrem dan curah hujan tinggi yang masih mengguyur Ibu Kota.

Kebijakan perpanjangan ini diambil setelah banjir merendam 132 rukun tetangga (RT) dan 16 ruas jalan di sejumlah wilayah Jakarta hingga Jumat (23/1) siang.

Operasi modifikasi cuaca sebelumnya dijadwalkan berakhir pada hari ini.

Gubernur DKI Jakarta Pramono menyatakan perpanjangan OMC dilakukan sebagai langkah antisipatif agar pemerintah daerah tidak kembali dinilai abai dalam menghadapi potensi bencana hidrometeorologi.

“Saya sudah memerintahkan untuk perpanjangan modifikasi cuaca. Operasi yang seharusnya selesai tanggal 23 ini, kita perpanjang sampai dengan 27 Januari 2026,” ujar Pramono saat meninjau wilayah Cilincing, Jakarta Utara, Jumat (23/1).

Pramono menegaskan, keputusan tersebut diambil meskipun kebijakan modifikasi cuaca menuai kritik dari sejumlah pihak.

Menurutnya, langkah itu tetap diperlukan karena dinilai memberikan dampak langsung dalam mengendalikan intensitas hujan di Jakarta.

“Walaupun modifikasi cuaca ini ada kritik dari banyak orang, menurut saya tidak apa-apa. Kalau perlu dilakukan dua sampai tiga kali dalam sehari, akan kita lakukan,” katanya.

Ia juga menginstruksikan agar intensitas operasi dapat ditingkatkan sesuai kebutuhan lapangan.

Pramono mencontohkan kondisi cuaca Jakarta yang semula tertutup awan tebal, namun berangsur cerah setelah modifikasi cuaca dilakukan.

“Teman-teman tadi datang ke sini masih gelap, setelah modifikasi cuaca diterbangkan, sekarang matahari sudah bisa kita lihat. Jadi operasi ini akan terus kita lakukan sampai tanggal 27,” ujarnya.

Sementara itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan banjir masih menggenangi ratusan RT akibat curah hujan tinggi serta luapan sejumlah sungai, seperti Kali Angke, Kali Pesanggrahan, dan Kali Krukut.

Sebaran banjir meliputi 40 RT di Jakarta Barat, lima RT di Jakarta Pusat, 55 RT di Jakarta Selatan, 30 RT di Jakarta Timur, dan dua RT di Jakarta Utara. Ketinggian air bervariasi antara 15 hingga 150 sentimeter.

BPBD juga mencatat ratusan warga terdampak terpaksa mengungsi ke sejumlah lokasi pengungsian. 

Selain permukiman, banjir turut merendam 16 ruas jalan yang mayoritas berada di wilayah Jakarta Barat, serta sebagian di Jakarta Timur dan Jakarta Utara.

Banjir telah terjadi sejak Kamis (22/1) dan jumlah wilayah terdampak terus bertambah dibandingkan laporan sebelumnya. Rill/Lk

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner