GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Ribuan Ojol Siap Matikan Aplikasi Saat Demo 17 September Besok

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Ribuan pengemudi ojek online (ojol) dipastikan bakal melakukan aksi unjuk rasa pada Rabu (17/9) di Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Istana Negara, dan DPR RI.

Sebagai bentuk solidaritas, para pengemudi berencana mematikan aplikasi layanan pesan antar, sehingga berpotensi membuat transportasi daring lumpuh sementara.

Ketua Umum Garda Indonesia sekaligus inisiator aksi, Igun Wicaksono, mengimbau masyarakat agar memilih moda transportasi alternatif saat aksi berlangsung.

“Himbauan Garda terhadap warga Jakarta agar memilih moda transportasi alternatif pada Rabu, 17 September 2025, karena sebagian besar transportasi online akan mematikan aplikasi secara masif sebagai bentuk solidaritas pergerakan aksi demonstrasi ojek online,” ujar Igun dalam keterangan tertulis, Selasa (16/9).

Aksi ini tak hanya akan diikuti pengemudi ojol, melainkan juga mahasiswa dari BEM UI serta sejumlah aliansi mahasiswa lainnya.

“Asosiasi Pengemudi Ojek Online Garda Indonesia bersama gabungan komunitas ojol, mahasiswa BEM UI, dan aliansi mahasiswa lain akan melakukan aksi akbar dimulai dari Kemenhub, dilanjutkan ke Istana Presiden, dan berakhir di DPR RI,” kata Igun.

Desakan Utama

Dalam tuntutannya, massa aksi mendesak Presiden Prabowo Subianto mencopot Menteri Perhubungan Dudy Purwaghandi. Desakan ini bertepatan dengan peringatan Hari Perhubungan Nasional.

Menurut Igun, sejak dilantik, kinerja Kemenhub dinilai mengalami kemunduran karena kebijakan lebih banyak menguntungkan perusahaan aplikasi transportasi online.

“Kebijakan Kemenhub dikendalikan vendor. Menteri lebih memilih mendukung aplikator, bahkan seolah menjadi juru bicara pebisnis daripada memperjuangkan aspirasi pengemudi ojol,” tegasnya.

Tuntutan Aksi

Berikut tujuh tuntutan utama ojol roda dua (R2), driver online roda empat (R4), dan kurir online dalam aksi besok:

  1. RUU Transportasi Online masuk Prolegnas 2025–2026.
  2. Potongan aplikator maksimal 10%.
  3. Regulasi tarif antar barang dan makanan.
  4. Audit investigatif atas potongan 5% dari aplikator.
  5. Hapus Aceng, slot, multi order, member berbayar, dan sejenisnya.
  6. Copot Menteri Perhubungan.
  7. Usut tuntas tragedi 28 Agustus 2025. Rill/Lala

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner