GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

BBM Shell Kosong Dua Pekan, Warga Resah: Kapan Normal Lagi?

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Sudah dua pekan terakhir, masyarakat pengguna kendaraan bermotor mengeluhkan sulitnya mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Shell.

Kondisi ini menimbulkan keresahan, terutama bagi warga yang terbiasa mengisi BBM di jaringan SPBU swasta tersebut.

Banyak pengendara mendapati dispenser BBM di SPBU Shell tidak beroperasi. Akibatnya, mereka terpaksa berpindah ke SPBU lain, yang memicu antrean lebih panjang di SPBU Pertamina maupun operator lain.

“Biasanya saya isi di Shell dekat rumah karena cepat dan tidak terlalu ramai. Tapi sejak dua minggu lalu kosong terus. Terpaksa ke SPBU Pertamina, antre bisa sampai setengah jam,” ujar Rudi, pengguna mobil pribadi di Jakarta Barat, saat di lokasi SPBU. Senin (22/09/2025).

Dampak Negatif ke Warga

Kekosongan pasokan BBM di Shell ini membawa dampak cukup luas diantaranya:

Waktu terbuang

Banyak pengendara harus mencari SPBU alternatif yang jaraknya lebih jauh. Hal ini menambah waktu tempuh harian, terutama bagi warga yang bekerja dengan mobilitas tinggi.

Beban ekonomi meningkat

Driver ojek online (ojol) dan kurir logistik mengeluhkan berkurangnya efisiensi kerja. Waktu untuk antre bensin lebih lama, sementara biaya operasional meningkat karena harus menempuh jarak tambahan.

“Orderan sering telat karena bensin susah. Penghasilan jadi berkurang karena waktu habis di jalan cuma buat cari SPBU yang masih ada BBM,” ungkap Anton, pengemudi ojol.

Gangguan aktivitas usaha kecil

Beberapa pedagang makanan keliling juga terdampak karena kendaraan roda dua mereka sulit beroperasi secara lancar. Akibatnya, pendapatan harian berkurang.

Ketidakpastian informasi

Warga mengaku tidak mendapat penjelasan resmi kapan ketersediaan BBM di Shell akan kembali normal. Hal ini memicu keresahan karena tidak ada kepastian waktu pemulihan pasokan.

Harapan Masyarakat

Masyarakat berharap pihak Shell segera memberikan klarifikasi terkait penyebab kekosongan pasokan ini, sekaligus memastikan ketersediaan BBM di SPBU dapat segera kembali normal.

“Kalau memang ada gangguan distribusi, sebaiknya diinformasikan secara terbuka. Jangan sampai pengguna kendaraan kebingungan seperti sekarang,” tutur Rudi. Rill/Lk

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner