GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Ki Ucuk Jumanta: Perjalanan Sunyi Hercules Menuju Cahaya

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Ki Ucuk Jumanta, ahli metafisika dan ilmu falak

Jakarta, detikline.com - Nama Hercules kembali menjadi sorotan publik. Sosok yang dahulu dikenal tajam dan penuh wibawa, kini terselip keteduhan. Hercules, kini tampil dengan aura berbeda, lebih hangat, lebih damai, dan memancarkan keyakinan yang dalam.

Nama Hercules dulu bergaung dari Sabang hingga Merauke, dibicarakan dalam berbagai nada kagum, takut, penasaran. Namun waktu seakan membawa ia ke persimpangan jalan yang tak pernah disangka. Dari hiruk pikuk dunia yang keras, ia melangkah menuju ketenangan batin yang sulit dijelaskan dengan logika.

Ki Ucuk Jumanta, ahli metafisika dan ilmu falak, melihat transformasi ini sebagai bagian dari rahasia besar kehidupan.

Sosok Hercules

"Perubahan pada sosok Hercules yang dulu garang kini perlahan memudar. Entah karena campur tangan Allah SWT atau karena semakin kokohnya iman pribadi sebagai seorang muslim,” ujarnya kepada detikline.com. Rabu (13/08/2025).

Baginya, hidup adalah panggung di mana cahaya dan bayangan saling bergantian memerankan perannya.

Dunia ini, sebagaimana disebut dalam Al-Qur’an, hanyalah senda gurau dan tipu daya. Energi positif dan negatif selalu hadir, itulah keseimbangan alam,” kata Ki Ucuk.

Ia juga mengingatkan bahwa semakin tinggi ketakwaan, semakin rendah hati manusia di hadapan Sang Pencipta.

“Allah SWT menciptakan rasional dan irasional. Dari tiada menjadi ada, dari cahaya yang menembus batas ruang dan waktu,” jelasnya.

Kisah ini, menurut Ki Ucuk, serupa dengan pertemuan Nabi Musa AS dan Nabi Khidir AS sebuah pengingat bahwa logika manusia terbatas di hadapan hikmah Tuhan.

“Secerdas apapun manusia, ia tidak akan bisa mengubah manusia lain, bahkan orang tua terhadap anaknya, kecuali dengan rahmat Allah,” tegasnya.

Wilayah irasional, tambahnya, adalah rahmat tertinggi yang hanya dianugerahkan kepada hamba pilihan. Rasional hanyalah bayangannya.

Dan di sinilah, Hercules kini berdiri membuktikan diri sebagai muslim yang bukan hanya mencintai agamanya, tapi juga merangkul saudaranya dengan tulus.

Perjalanannya menjadi pesan yang meresap dalam hati, bahwa sekeras apapun batu, jika disentuh oleh hujan rahmat, ia akan melembut. Dan setiap manusia, tanpa kecuali, memiliki kesempatan untuk pulang ke jalan cahaya. Rill/lala

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner