GfM7TSA8TfMiTpM6GSG7BSzlGd==

Breaking News:

00 month 0000

Ratusan Ibu-Ibu Tabuh Peralatan Masak, Protes Program Makan Bergizi Gratis

Lk
Font size:
12px
30px
Print

Jakarta, detikline.com - Ratusan ibu melakukan aksi simbolik dengan menabuh peralatan dapur sebagai bentuk protes terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dalam beberapa pekan terakhir memicu ribuan kasus keracunan siswa.

Aksi yang bertajuk “Kenduri Suara Ibu Indonesia” ini berlangsung di kawasan Bundaran UGM, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, Jumat (27/9) sore.

Para peserta membawa panci, wajan, spatula, hingga ceret untuk menghasilkan bunyi-bunyian nyaring sepanjang aksi damai.

Melalui aksi tersebut, para ibu mendesak pemerintah menghentikan sementara program prioritas Presiden Prabowo Subianto itu dan melakukan evaluasi menyeluruh.

“Ibu-ibu tidak akan diam ketika anak-anaknya disakiti. Hentikan makan bergizi gratis,” seru salah satu orator.

Kritik juga diarahkan pada menu MBG yang dinilai tidak sehat. Seorang peserta menyinggung hidangan seperti hamburger yang disebut masuk kategori ultra processed food. “Anak-anak tidak butuh hamburger,” ucapnya.

Selain itu, peserta juga menyoroti Badan Gizi Nasional (BGN) sebagai pelaksana program. Mereka menilai lembaga tersebut justru banyak diisi oleh purnawirawan TNI, bukan tenaga ahli gizi.

“Mereka terbiasa dengan makanan kaleng, tapi tidak paham nutrisi yang tepat. Hentikan MBG dan lakukan evaluasi transparan,” ujar seorang orator lain.

Seruan massa kemudian bergema: “Setop makan beracun gratis.”

Kalis Mardiasih: Kesabaran Ibu Telah Habis

Penulis dan aktivis, Kalis Mardiasih, yang hadir dalam aksi tersebut menyebutkan bahwa kegiatan ini diikuti oleh kalangan aktivis, seniman, akademisi, dan pegiat isu sosial.

Menurutnya, jumlah korban keracunan yang sudah menembus lebih dari 6.000 orang berdasarkan catatan JPPI dan CISDI bukan hanya angka statistik.

“Ini menyangkut nyawa dan masa depan bangsa. Anak-anak yang sejak dalam kandungan dirawat penuh kasih sayang kini justru sakit karena program negara,” kata Kalis.

Ia juga menyinggung keresahan orangtua yang merasa dana pajak untuk pendidikan dialihkan ke program MBG yang justru membawa petaka.

Lima Tuntutan

Dalam aksinya, para ibu menyampaikan lima tuntutan:

  • Menghentikan program MBG yang dinilai sentralistik dan militeristik.
  • Pertanggungjawaban presiden, BGN, SPPG, serta dapur penyelenggara atas ribuan kasus keracunan anak.
  • Pembentukan tim pencari fakta oleh BGN, pengusutan kasus secara transparan sesuai UU Kesehatan, serta pemulihan hak korban.
  • Pemerintah mengusut praktik rente dan potensi korupsi dalam pelaksanaan MBG.
  • Pengembalian peran pemenuhan gizi anak kepada komunitas dan daerah.

Suara dentuman peralatan masak dalam aksi itu dimaksudkan sebagai alarm bagi pemerintah, agar serius menjaga tumbuh kembang generasi muda Indonesia. Rill/Red

Reaksi:
Baca juga:
ads banner
ads banner